Harga Minyak Dunia Makin Meningkat hingga 1%
Sabtu, 10 Desember 2016 - 10:42 WIB
Harga Minyak Dunia Makin Meningkat hingga 1%
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak dunia naik sekitar 1% pada perdagangan akhir pekan saat harapan bahwa produsen minyak dunia non-OPEC akan menggelar pertemuan di Wina, setelah sepakat memangkas produksi mereka. Harga minyak mentah berjangka Brent dan AS, memperlihatkan tren membaik, meski sempat merosot dalam beberapa hari terakhir di tengah keraguan OPEC mampu menjaga stabilitas pasokan.
Dilansir Reuters, Sabtu (10/12/2016) penguatan dolar Amerika Serikat (USD) sempat memberikan tekanan, karena harga minyak menjadi lebih mahal. Menteri minyak OPEC akan kembali bertemu podusen non-OPEC untuk membicarakan rincian terkait pembekuan produksi. Menterai Eneri Arab Khalid Al-Falih mengaku optimis tentang pertemuan dengan negara non-OPEC untuk memberikan kontribusi dalam menjaga stok.
Rusia sendiri yang tidak termasuk dalam anggota OPEC, sudah memberikan sinyal setuju dalam pembekuan produksi mereka sebesar 300.000 bpd. Selanjutnya Azerbaijan mengatakan akan datang ke Wina dengan mempersiapkan proposal pengurangan. Penguatan harga minyak sedikit terbebani setelah perusahaan-perusahaan energi AS menunjukkan adanya penambahan rig pengeboran sebanyak 21 untuk jadi yang terbesar sejak Juli 2015.
Tercatat harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) mengakhiri sesi perdagangan pada level USD51.50 per barel dengan tambahan 66 sen atau setara dengan 1,30% sesudah bergerak di kisaran USD50,86 hingga USD51.66 per barel. Harga minyak Brent ditutup naik 44 sen atau 0,82% di level USD54,33 per barel dengan pergerakan harian USD53,77-USD54,46/Barel.
Selain rusian, negara-negara seperti Azerbaijan dan Kazakhstan juga telah mengungkapkan kemauan untuk memotong produksi mereka. "Kami melihat peluang upaya pembekuan ini akan berdampak positif terhadap harga," ucap analis dari Macquarie riset. OPEC sendiri telah sepakat mengurangi produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta bpd di paruh pertama 2017, kesepakatan akan diperkuat dengan pertemuan pekan ini.
Dilansir Reuters, Sabtu (10/12/2016) penguatan dolar Amerika Serikat (USD) sempat memberikan tekanan, karena harga minyak menjadi lebih mahal. Menteri minyak OPEC akan kembali bertemu podusen non-OPEC untuk membicarakan rincian terkait pembekuan produksi. Menterai Eneri Arab Khalid Al-Falih mengaku optimis tentang pertemuan dengan negara non-OPEC untuk memberikan kontribusi dalam menjaga stok.
Rusia sendiri yang tidak termasuk dalam anggota OPEC, sudah memberikan sinyal setuju dalam pembekuan produksi mereka sebesar 300.000 bpd. Selanjutnya Azerbaijan mengatakan akan datang ke Wina dengan mempersiapkan proposal pengurangan. Penguatan harga minyak sedikit terbebani setelah perusahaan-perusahaan energi AS menunjukkan adanya penambahan rig pengeboran sebanyak 21 untuk jadi yang terbesar sejak Juli 2015.
Tercatat harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) mengakhiri sesi perdagangan pada level USD51.50 per barel dengan tambahan 66 sen atau setara dengan 1,30% sesudah bergerak di kisaran USD50,86 hingga USD51.66 per barel. Harga minyak Brent ditutup naik 44 sen atau 0,82% di level USD54,33 per barel dengan pergerakan harian USD53,77-USD54,46/Barel.
Selain rusian, negara-negara seperti Azerbaijan dan Kazakhstan juga telah mengungkapkan kemauan untuk memotong produksi mereka. "Kami melihat peluang upaya pembekuan ini akan berdampak positif terhadap harga," ucap analis dari Macquarie riset. OPEC sendiri telah sepakat mengurangi produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta bpd di paruh pertama 2017, kesepakatan akan diperkuat dengan pertemuan pekan ini.
(akr)
Lihat Juga :