Sesi I: IHSG Jatuh 42,98 Poin, Rupiah Tambah 26 Poin
Selasa, 13 Desember 2016 - 12:38 WIB
Sesi I: IHSG Jatuh 42,98 Poin, Rupiah Tambah 26 Poin
A
A
A
JAKARTA - Mengakhiri sesi I perdagangan Selasa (13/12/2016), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah 0,81% atau 42,98 poin ke level 5.265,15.
Pada pagi tadi, IHSG dibuka melemah 0,22% atau 11,93 poin ke level 5.296,19.
Dari 396 saham yang diperdagangkan, 108 menguat, 172 melemah dan 116 stagnan. Mayoritas sektor saham terpantau memerah, dengan aneka industri jatuh 1,40%, sektor konsumer melemah 1,18%, manufaktur terhempas 1,05%.
Melemahnya IHSG seiring koreksi indeks global yang menanti pengumuman Fed Fund Rate pada Kamis dini hari. Sehingga pasar cenderung melakukan profit taking dan memilih wait and see menanti pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen.
Sikap wait and see ini juga mempengaruhi pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (USD). Lemahnya dolar membuat nilai tukar rupiah pada sesi I perdagangan Selasa (13/12) di indeks Bloomberg, kembali menguat 0,22% atau 29 poin ke Rp13.302/USD.
Sebelumnya, pada awal perdagangan, rupiah di indeks Bloomberg dibuka menguat 0,20% atau 26 poin ke Rp13.305/USD.
Data Yahoo Finance pada pertengahan hari ini, rupiah juga kembali menguat 52 poin atau 0,39% ke Rp13.273/USD. Awal Selasa ini, rupiah dibuka Rp13.323 alias menguat 2 poin dari penutupan sebelumnya, Rp13.325
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa (13/12), rupiah menguat ke Rp13.309/USD, atau terapresiasi 28 poin dari posisi sebelumnya Rp13.337/USD pada Jumat (9/12/2016).
Pada pagi tadi, IHSG dibuka melemah 0,22% atau 11,93 poin ke level 5.296,19.
Dari 396 saham yang diperdagangkan, 108 menguat, 172 melemah dan 116 stagnan. Mayoritas sektor saham terpantau memerah, dengan aneka industri jatuh 1,40%, sektor konsumer melemah 1,18%, manufaktur terhempas 1,05%.
Melemahnya IHSG seiring koreksi indeks global yang menanti pengumuman Fed Fund Rate pada Kamis dini hari. Sehingga pasar cenderung melakukan profit taking dan memilih wait and see menanti pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen.
Sikap wait and see ini juga mempengaruhi pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (USD). Lemahnya dolar membuat nilai tukar rupiah pada sesi I perdagangan Selasa (13/12) di indeks Bloomberg, kembali menguat 0,22% atau 29 poin ke Rp13.302/USD.
Sebelumnya, pada awal perdagangan, rupiah di indeks Bloomberg dibuka menguat 0,20% atau 26 poin ke Rp13.305/USD.
Data Yahoo Finance pada pertengahan hari ini, rupiah juga kembali menguat 52 poin atau 0,39% ke Rp13.273/USD. Awal Selasa ini, rupiah dibuka Rp13.323 alias menguat 2 poin dari penutupan sebelumnya, Rp13.325
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa (13/12), rupiah menguat ke Rp13.309/USD, atau terapresiasi 28 poin dari posisi sebelumnya Rp13.337/USD pada Jumat (9/12/2016).
(ven)
Lihat Juga :