PBNU Minta Pemerintah Beri Perhatian Serius ke Sektor Pertanian
Jum'at, 30 Desember 2016 - 22:36 WIB
PBNU Minta Pemerintah Beri Perhatian Serius ke Sektor Pertanian
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, untuk mengurangi ketimpangan, PBNU merekomendasikan pemerintah agar memberi perhatian lebih kepada pertanian. Upaya pembenahan sektor pertanian harus dimulai dari reforma agraria yang pada intinya redistribusi tanah untuk petani.
"Pemerintah dapat mencetak lahan-lahan pertanian baru dari sekitar 23 juta hektare lahan kering yang ‘nganggur’ dan membagikannya kepada petani sebagai kebijakan afirmasi," kata dia dalam rilisnya saat acara Refleksi Akhir Tahun 2016 di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (30/12/2016).
Langkah berikutnya, lanjut Said Aqil, meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki dan merevitalisasi infrastruktur irigasi, memproteksi harga pasca panen. Selain itu, memperbaiki infrastruktur pengangkutan untuk mengurangi biaya logistik, dan menekan impor pangan, terutama yang bisa dihasilkan sendiri di dalam negeri.
"Tanpa upaya sungguh-sungguh, Indonesia tidak akan mencapai swasembada pangan. Kebutuhan akan terus dipasok dari impor dan Indonesia akan tergantung kepada bangsa lain untuk memenuhi hajat hidup rakyatnya," ujar dia.
"Pemerintah dapat mencetak lahan-lahan pertanian baru dari sekitar 23 juta hektare lahan kering yang ‘nganggur’ dan membagikannya kepada petani sebagai kebijakan afirmasi," kata dia dalam rilisnya saat acara Refleksi Akhir Tahun 2016 di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (30/12/2016).
Langkah berikutnya, lanjut Said Aqil, meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki dan merevitalisasi infrastruktur irigasi, memproteksi harga pasca panen. Selain itu, memperbaiki infrastruktur pengangkutan untuk mengurangi biaya logistik, dan menekan impor pangan, terutama yang bisa dihasilkan sendiri di dalam negeri.
"Tanpa upaya sungguh-sungguh, Indonesia tidak akan mencapai swasembada pangan. Kebutuhan akan terus dipasok dari impor dan Indonesia akan tergantung kepada bangsa lain untuk memenuhi hajat hidup rakyatnya," ujar dia.
(ven)
Lihat Juga :