Sri Mulyani: Ekonomi RI 2016 Hanya Tumbuh 5,0%

Selasa, 03 Januari 2017 - 14:04 WIB
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi RI 2016 Hanya Tumbuh 5,0%
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, ekonomi Indonesia sepanjang 2016 hanya mampu tumbuh 5,0%. Realisasi ini lebih rendah dari asumsi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) yang sebesar 5,2%.

Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 memang lebih rendah dari yang ditargetkan. Namun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengklaim pencapaian tersebut relatif cukup baik dibanding 2015.

"Jadi secara umum pada 2016 realisasi indikator dari asumsi makro sangat mendekati dari APBNP-nya. Pertumbuhan ekonomi relatif lebih rendah yaitu 5,0%. Namun relatif lebih baik dari 2015 yang sebesar 4,8%," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Menurutnya, realisasi pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu tersebut masih termasuk peringkat ketiga terbaik di antara negara-negara anggota G-20. Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini dicapai dengan tetap menjaga tingkat inflasi yang terkendali.

"Inflasi realisasinya 3,1% atau lebih rendah dibanding asumsi inflasi di APBNP 2016 yang sebesar 4,0%," imbuh dia.

Di samping itu, lanjut mantan Menko bidang Perekonomian ini, terjaganya stabilitas ekonomi juga tercermin dari rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang 2016. Pada tahun lalu, nilai tukar mata uang Garuda bertengger di level Rp13.307 per USD atau lebih kuat dibanding asumsi dalam APBNP 2016 yang sebesar Rp13.500 per USD.

"Kesehatan fundamental ekonomi disertai berbagai langkah kebijakan seperti pemulihan kredibilitas pelaksanaan APBN serta pelaksanaan UU Pengampunan Pajak menjadi faktor penguatan rupiah," terang Sri.

Secara umum, realisasi indikator ekonomi makro pada 2016 adalah:

1. Pertumbuhan ekonomi: 5,0%
2. Inflasi: 3,1%
3. Nilai tukar rupiah: Rp13.307 per USD
4. Suku Bunga SPN 3 Bulan: 5,7%
5. Harga minyak: USD40 per barel
6. Lifting minyak bumi: 829 ribu barel per hari
7. Lifting gas bumi: 1.184 ribu barel setara minyak per hari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
53 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
14 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved