Harga Minyak Naik Tipis Berkat Menguatnya Dolar AS
Rabu, 04 Januari 2017 - 09:51 WIB
Harga Minyak Naik Tipis Berkat Menguatnya Dolar AS
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak naik tipis pada perdagangan Rabu (4/1/2017), sebagai imbas dari retret dolar Amerika Serikat (USD) yang kembali mencapai puncak setelah 14 tahun.
Minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 25 sen atau 0,5% ke level USD52,58 per barel pada pukul 00:26 GMT. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent International belum memulai perdagangan.
Melansir dari Reuters, Rabu (4/1), para pedagang mengatakan bahwa kenaikan dolar AS membuat harga bahan bakar menjadi naik, karena pembelian bahan bakar menggunakan kurs dolar.
Sementara itu, di pasar minyak, semua mata tertuju pada penerapan kebijakan OPEC untuk memotong pasokan minyak mentah pada bulan ini, sebagai upaya mengakhiri kelebihan pasokan global yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Arab Saudi, eksportir minyak, akan melakukan pengetatan pasar dan diperkirakan bakal menaikkan harga jual resmi (official selling price/OSP) untuk semua pengiriman minyak mentah ke Asia pada bulan Februari.
OSP untuk minyak mentah secara fisik dikirim ke pelanggan di seluruh dunia, yang menjadi indikator kunci dalam menentukan harga minyak mentah berjangka seperti Brent atau WTI.
Fawad Razaqzada, analis pasar di bursa berjangka Forex.com, pun menyebut penerapan kebijakan OPEC ini membuat minyak mentah telah meningkat. “Harga minyak mentah telah meningkat, imbas ekspektasi penurunan kelebihan pasokan,” pungkasnya.
Minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 25 sen atau 0,5% ke level USD52,58 per barel pada pukul 00:26 GMT. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent International belum memulai perdagangan.
Melansir dari Reuters, Rabu (4/1), para pedagang mengatakan bahwa kenaikan dolar AS membuat harga bahan bakar menjadi naik, karena pembelian bahan bakar menggunakan kurs dolar.
Sementara itu, di pasar minyak, semua mata tertuju pada penerapan kebijakan OPEC untuk memotong pasokan minyak mentah pada bulan ini, sebagai upaya mengakhiri kelebihan pasokan global yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Arab Saudi, eksportir minyak, akan melakukan pengetatan pasar dan diperkirakan bakal menaikkan harga jual resmi (official selling price/OSP) untuk semua pengiriman minyak mentah ke Asia pada bulan Februari.
OSP untuk minyak mentah secara fisik dikirim ke pelanggan di seluruh dunia, yang menjadi indikator kunci dalam menentukan harga minyak mentah berjangka seperti Brent atau WTI.
Fawad Razaqzada, analis pasar di bursa berjangka Forex.com, pun menyebut penerapan kebijakan OPEC ini membuat minyak mentah telah meningkat. “Harga minyak mentah telah meningkat, imbas ekspektasi penurunan kelebihan pasokan,” pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :