Peserta BPJS Ketenagakerjaan di DIY Naik Signifikan

Rabu, 04 Januari 2017 - 13:34 WIB
Peserta BPJS Ketenagakerjaan...
Peserta BPJS Ketenagakerjaan di DIY Naik Signifikan
A A A
YOGYAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat pertumbuhan kepesertaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup bagus selama 2016. Meskipun sebenarnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan 2016 belum mewakili cakupan area demografi di DIY pada umumnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIY Muhammad Triyono mengungkapkan, akhir Desember 2016 jumlah pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 250 ribuan orang. Jika dilihat dari demografi dan keseluruhan angkatan kerja yang bekerja di seluruh DIY, jumlah tersebut masih relatif kecil.

Namun, dia mengklaim jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. "Kalau kewilayahan memang kecil. Tetapi ada perkembangan menggembirakan," tuturnya di Yogyakarta, Rabu (4/1/2017).

Pihaknya mengakui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut masih kecil dibanding dari total angkatan kerja yang bekerja di DIY. Karena, total jumlah angkatan kerja yang bekerja di DIY sebanyak 1,2 juta orang.

Menurutnya, jika dihitung dari total angkatan kerja yang bekerja persentasenya kurang dari 25%. Perlu peran semua stakeholder ketenagakerjaan untuk meningkatkan jumlah kepesertaan.

Selama 2016, BPJS Ketenagakerjaan mencatat pertumbuhan tenaga kerja baru yang menjadi peserta sekitar 34.686 orang. Peserta baru tersebut merupakan pekerja penerima upah atau yang bekerja di sektor formal dengan gaji tetap dan standar sesuai ketentuan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Peserta tersebut telah mendapatkan kepesertaan dari perusahaan masing-masing. Hal yang menurut dia menggembirakan justru datang dari kepesertaan tenaga kerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Pekerja BPU biasanya bekerja di sektor informal seperti petani, pedagang kaki lima (PKL), sopir taksi, pengemudi ojek online ataupun nelayan. Dia mencatat setidaknya ada 33.600 pekerja BPU yang menjadi peserta baru pada tahun lalu.

Hal itu membanggakan karena kesadaran masyarakat terhadap jaminan sosial telah menunjukkan peningkatan. "Jadi total pertumbuhan selama 2016 ada sekitar 70 ribuan," tambahnya.

Sementara, jumlah perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaanpun juga semakin meningkat. Pada 2016, ada 1.801 perusahaan yang menjadi peserta baru. 1.801 perusahaan tersebut baru pertama kali mendafkarkan tenaga kerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Atas penambahan tersebut, kini sudah ada 5.841 perusahaan yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya terus berusaha keras meningkatkan kepesertaan dengan melakukan berbagai sosialisasi dan berupaya menggandeng stakeholder yang mampu mendatangkan perusahaan dan tenaga kerja lebih banyak ketika melakukan sosialisasi.

Institusi seperti Dinas Tenaga Kerja dan Kejaksaan sengaja mereka gandeng untuk turut serta melakukan sosialisai terkait dengan hak dan kewajiban pekerja. "Kita tidak bisa sendiri. Harus bekerja sama dengan pihak lain," ujarnya.

Manajer Kasus Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Christin Tantia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program pendampingan kepada tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja.

Dimungkinkan program ini untuk tenaga kerja yang mengalami kecelakaan dan berakibat pada kecacatan fungsi maupun anatomis sampai optimal pengobatan dan rehabilitasi hingga mereka bisa bekerja.

"Program ini kami namakan Return To Work (RTW). Setidaknya ada 137 perusahaan yang mengikuti," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
10 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
10 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
11 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
11 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
12 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved