BCA Life Kejar Nasabah Tax Amnesty lewat Produk Baru

Kamis, 05 Januari 2017 - 21:08 WIB
BCA Life Kejar Nasabah...
BCA Life Kejar Nasabah Tax Amnesty lewat Produk Baru
A A A
JAKARTA - PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) siap mengejar nasabah program pengampunan pajak atau tax amnsety yang menggunakan Bank BCA sebagai bank persepsi dengan menargetkan bakal meluncurkan 12 produk baru di 2017. Hingga 2016, perseroan telah memiliki 11 produk asuransi.

Direktur Penjualan BCA Life Honggo Djojo menerangkan akan ada 12 produk baru yang disiapkan untuk memanjakan nasabah di 2017 ini. Salah satu yang disiapkan ialah produk unitlink yang memberikan return selain proteksi. Produk ini rencananya diluncurkan pada April 2017 dan sedang dalam proses perizinan otoritas jasa keuangan.

“Rencananya kami akan miliki segera produk unitlink yang pertama. Produk ini sangat berguna untuk melayani nasabah repatriasi yang membutuhkan instrumen investasi,” ujar Honggo saat di Jakarta.

Lebih lanjut dia memperkirakan bisa menggaet sekitar 200 nasabah tax amnesty yang menggunakan bank BCA. Meski tidak terlalu banyak namun pihaknya mengejar kualitas setiap nasabah tax amnesty. Jalur distribusi telemarketing akan menjadi andalan untuk mendekati para nasabah yang masih dalam proses mengirimkan dana tax amnesty.

“Mereka tentu akan banyak ditawari berbagai produk investasi. Namun intinya kekuatan pemasaran kami yang akan menawarkan produknya” papar dia.

Sementara target pendapatan premi tahun 2017 mencapai Rp500 miliar, atau tumbuh 65% dari tahun 2016. Pendapatan premi BCA Life hingga November 2016 tercatat sebesar Rp 287,65 miliar dan hingga akhir tahun 2016 diperkirakan telah mencapai Rp 340 Miliar.

Kontribusi terbesar pada tahun depan dari bancassurance. Kontribusi terbesar pendapatan premi di 2016 berasal dari bundled atau premi yang diperoleh dari korporasi. Saat ini porsi bundled mencapai 45% dari total pendapatan premi.

"Tahun depan kami ingin tingkatkan asuransi individu melalui inbranch. Jalur bundling dan korporasi kini menyumbang 70% premi namun akan ada berkurang menjadi 50% di 2017. Sedangkan bancasassurane naik jadi 50%,” ungkapnya.

Sebelumnya Presiden Direktur dan CEO BCA Life Christine Setyabudhi mengatakan, BCA Life berharap financial advisors sudah tersebar di seluruh Indonesia tahun depan. Dengan demikian, diharapkan porsi inbranch tahun depan bisa mencapai 50 % dari total pendapatan premi.

Peningkatan premi ini didukung strategi pendalaman dan pengembangan bisnis dengan meluncurkan tambahan lima produk baru selama 2016 selain enam produk yang telah ada sebelumnya.

"Pasar produk BCA Life tahun ini semakin berkembang karena kami mulai masuk ke nasabah Prioritas and Solitaire BCA juga nasabah kartu kredit dan Tahapan BCA," kata Christine beberapa waktu lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Meneropong Potensi Besar...
Meneropong Potensi Besar Pasar Penjualan Asuransi Kecelakaan
Apa Pentingnya Punya...
Apa Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan Ketika Mudik Lebaran?
BRINS Hadirkan Greensurance,...
BRINS Hadirkan Greensurance, Inovasi Terbaru Asuransi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
28 menit yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
36 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
41 menit yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved