OPEC Diragukan Jalankan Kesepakatan, Harga Minyak Naik Tipis

Sabtu, 07 Januari 2017 - 10:31 WIB
OPEC Diragukan Jalankan...
OPEC Diragukan Jalankan Kesepakatan, Harga Minyak Naik Tipis
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia naik tipis, mengakhiri pekan yang lebih tinggi. Namun keuntungan yang terbatas oleh dolar AS (USD) yang kuat dan keraguan tentang apakah produsen OPEC akan tetap menjalankan kesepakatan untuk memangkas produksi.

Seperti dikutop dari Reuters, Sabtu (7/1/2017), pelaku pasar dikaitkan perdagangan berombak untuk posisi-mengkuadratkan pada akhir pekan dan volume yang rendah pada awal tahun ini.

Harga minyak Brent naik 21 sen ke level USD57,10 per barel, setelah diperdagangkan pada kisaran USD56,28-USD57,47 per barel. Kontrak membukukan keuntungan untuk pekan kedua berturut-turut.

Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) mengakhiri sesi naik 23 sen ke level USD53,99 per barel, setelah bergerak antara USD53,32-USD54,32 per barel.

"Ada banyak volatilitas atau setidaknya ada arah perubahan. Orang-orang berpikir tren jangka panjang sudah habis, tapi setelah beberapa kali USD menguat, mereka mengambil keuntungan," kata ekonom senior bidang energi ABN Amro Hans van Cleef.

USD menguat secara luas setelah adanya laporan non-farm payrolls AS menunjukkan perekrutan lebih lambat pada Desember namun terjadi kenaikan upah, maka ada ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve tahun ini.

Penguatan USD ini membuat harga minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Eksportir minyak mentah Arab Saudi dan sesama anggota Gulf Abu Dhabi dan Kuwait menunjukkan tanda-tanda mereka memotong produksi sejalan dengan kesepakatan anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen lainnya, namun pengamat pasar memiliki keraguan tentang kepatuhan keseluruhan.

Tanda-tanda bahwa produsen yang mengingkari komitmen mereka dapat menyebabkan sentimen untuk harga asam dan alasan untuk jatuh kembali lebih tajam, kata Capital Economics dalam sebuah catatannya.

Perusahaan energi AS pekan ini menambahkan rig minyak selama 10 sepekan berturut-turut, sehingga total jumlah rig mencapai 529.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
3 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
4 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
5 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
5 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
5 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
6 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved