Soal Dana Haji ke Infrastruktur, Malaysia Lebih Dulu dari Indonesia
Selasa, 10 Januari 2017 - 19:15 WIB
Soal Dana Haji ke Infrastruktur, Malaysia Lebih Dulu dari Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan Malaysia sudah lebih dulu menggunakan dana haji sebagai sumber pendanaan untuk pembangunan infrastruktur. Beberapa negara disebutkan banyak yang telah menggunakan dana haji ke berbagai investasi antara lain perkebunan kelapa sawit dan sektor-sektor lain.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI KH Muhidin Junaidi mengatakan, tujuan dari penggunaan dana haji untuk infrastruktur itu yakni supaya dapat meringankan beban masyarakat termasuk jemaah haji itu sendiri. "Sehingga pada akhirnya bertujuan mengurangi beban jemaah haji seperti Malaysia yang juga punya tabungan haji," ujarnya kepada Sindonews di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (10/1/2017).
(Baca Juga: Ditolak DPR, Bappenas Yakin Dana Haji ke Infrastruktur Menguntungkan)
Lebih lanjut dia menjelaskan dana haji di Malaysia digunakan sebagai modal untuk proyek yang menguntungkan seperti investasi lahan pertanian. "Dana itu dibelikan untuk produk yang profitable. Contohnya punya lahan sawit ratusan ribu hektar itu dari dana tabungan haji, maka idealnya kita juga bisa melakukan hal yang sama," sambungnya
Dia menambahkan langkah yang akan dilakukan pemerintah tersebut sah-sah saja karena nantinya proyek infrastruktur yang dibangun bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Sementara di sisi lain rencana pemerintah untuk menggunakan dana haji ke Infrastruktur mendapatkan penolakan dari DPR.
"Itu untuk nvestasi tidak masalah dan diperbolehkan. Sehingga nanti orang untuk pergi haji biayanya tidak begitu besar dengan fasilitas yang cukup kan itu bagus," paparnya.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI KH Muhidin Junaidi mengatakan, tujuan dari penggunaan dana haji untuk infrastruktur itu yakni supaya dapat meringankan beban masyarakat termasuk jemaah haji itu sendiri. "Sehingga pada akhirnya bertujuan mengurangi beban jemaah haji seperti Malaysia yang juga punya tabungan haji," ujarnya kepada Sindonews di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (10/1/2017).
(Baca Juga: Ditolak DPR, Bappenas Yakin Dana Haji ke Infrastruktur Menguntungkan)
Lebih lanjut dia menjelaskan dana haji di Malaysia digunakan sebagai modal untuk proyek yang menguntungkan seperti investasi lahan pertanian. "Dana itu dibelikan untuk produk yang profitable. Contohnya punya lahan sawit ratusan ribu hektar itu dari dana tabungan haji, maka idealnya kita juga bisa melakukan hal yang sama," sambungnya
Dia menambahkan langkah yang akan dilakukan pemerintah tersebut sah-sah saja karena nantinya proyek infrastruktur yang dibangun bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Sementara di sisi lain rencana pemerintah untuk menggunakan dana haji ke Infrastruktur mendapatkan penolakan dari DPR.
"Itu untuk nvestasi tidak masalah dan diperbolehkan. Sehingga nanti orang untuk pergi haji biayanya tidak begitu besar dengan fasilitas yang cukup kan itu bagus," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :