Kinerja Dunia Usaha Triwulan IV 2016 Melambat, Kinerja Investasi Meningkat

Kamis, 12 Januari 2017 - 02:31 WIB
Kinerja Dunia Usaha...
Kinerja Dunia Usaha Triwulan IV 2016 Melambat, Kinerja Investasi Meningkat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada triwulan IV-2016 lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 3,13%, lebih rendah dibandingkan 13,20% pada triwulan III-2016. Namun menurut BI, hasil ini sesuai dengan pola historisnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, perlambatan kegiatan usaha disebabkan penurunan kegiatan usaha pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan (SBT -4,07%) dan sektor pertambangan dam penggalian (SBT -1,82%).

“Sejalan hal tersebut, tingkat penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV-2016 juga menurun. Ini terindikasi dari nilai SBT penggunaan tenaga kerja sebesar -1,93%, terkontraksi dari -1,85% pada triwulan sebelumnya,” ujar Tirta dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Sementara, kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan IV-2016 terindikasi tetap meningkat dengan SBT sebesar 1,44%, lebih tinggi dari 1,09% pada triwulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan nilai Purchasing Managers Index (PMI)-SKDU triwulan IV-2016 yang berada pada level ekspansi sebesar 50,91%, naik dari 48,74% pada triwulan III-2016.

Berdasarkan komponen pembentuknya, ekspansi PMI-SKDU disebabkan oleh ekspansi pada indeks volume produksi (55,12%) dan indeks volume pesanan (51,04%).

Secara triwulanan, kegiatan usaha diperkirakan meningkat pada triwulan I-2017 sebagaimana tercermin dari SBT perkiraan kegiatan usaha pada triwulan I-2017 yang mencapai 6,73%. Ekspansi kegiatan usaha diperkirakan terutama terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan. Selain itu sektor industri pengolahan, sektor pertambangan dan penggalian.

“Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha sektor industri pengolahan, PMI-SKDU pada triwulan I-2017 diperkirakan sebesar 52,96%, atau berada pada level ekspansi,” ujarnya.

Kegiatan investasi pada triwulan IV-2016 juga meningkat. Hal itu tercermin dari SBT realisasi investasi pada triwulan IV-2016 sebesar 10,88%, lebih tinggi dibandingkan 7,92% pada triwulan sebelumnya. “Berdasarkan sektoral, peningkatan kegiatan investasi terjadi pada sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan dengan SBT masing-masing sebesar 2,44% dan 2,24%,” ujarnya.

Pertumbuhan investasi dunia usaha diperkirakan melambat pada triwulan I-2017. Kondisi ini diindikasikan oleh SBT perkiraan investasi triwulan I-2017 yang turun menjadi sebesar 6,10%. Pertumbuhan investasi yang melambat terutama disebabkan penurunan investasi pada sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan dan penggalian dengan SBT yang masing-masing terkontraksi sebesar -0,64% dan -0,48%.

Secara semesteran, kegiatan investasi pada semester II-2016 terindikasi meningkat. Hasil SKDU menunjukkan sebanyak 19,10% responden melakukan investasi pada semester II-2016. Berdasarkan bentuknya, sebagian besar investasi dilakukan dalam bentuk bangunan dan mesin (masing-masing dikonfirmasi oleh 25,93% dan 24,85% responden).

Secara nilai, investasi pada semester II-2016 lebih tinggi dibandingkan investasi pada semester sebelumnya, sebagaimana tercermin dari nilai Saldo Bersih sebesar 64,55%, lebih tinggi dibandingkan 60,85% pada semester I-2016. Hasil survei mencatat, terdapat beberapa faktor yang menurut responden menghambat rencana investasi, antara lain terkait perijinan (dikonfirmasi oleh 21,99%), suku bunga dan kondisi infrastruktur sebagaimana dikonfirmasi oleh 13,36% dan 13,12% responden.

“Kegiatan investasi diperkirakan semakin meningkat pada semester I-2017. Hasil survei menunjukkan sebanyak 21,34% responden akan merealisasikan investasi di semester pertama 2017,” ujarnya.

Secara nilai, investasi pada semester I-2017 tersebut diperkirakan lebih tinggi dibandingkan investasi pada semester II-2016 sebagaimana tercermin dari nilai Saldo Bersih sebesar 70,02%, lebih tinggi dibandingkan 64,55%,pada semester II-2016.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
6 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
7 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
8 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
8 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
8 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
9 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved