Dirut PLN Akui Ada Kesalahan Pemberian Subsidi Listrik

Sabtu, 14 Januari 2017 - 02:08 WIB
Dirut PLN Akui Ada Kesalahan...
Dirut PLN Akui Ada Kesalahan Pemberian Subsidi Listrik
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir menegaskan bahwa pencabutan subsidi listrik tidak menyasar rakyat miskin. "Yang dilakukan pemerintah bukan mencabut subsidi, sebagaimana perkiraan banyak orang, tetapi membenahi yang selama ini tidak berhak memperoleh subsidi, namun tetap memperoleh subsidi," ujarnya, Jumat (13/1/2017).

Sofyan menjelaskan, pembenahan itu dilakukan kepada pelanggan listrik 900 Volt Ampere (VA) yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan subsidi.

Mantan Direktur Utama BRI ini pun mengakui bahwa selama ini memang terdapat kesalahan dalam pemberian subsidi. "Mereka selama ini tidak layak menerima subsidi dan jumlahnya tidak fair," tuturnya.

Di Indonesia, total pelanggan listrik 900 VA ada 22,9 juta rumah tangga. Namun berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.

Sisanya, 18,8 juta pengguna distrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pelanggan inilah yang subsidinya dicabut.

Soal apakah nanti pemberian subsidi listrik dikaitkan dengan program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), menurut Sofyan, pihaknya akan membangun kartu sendiri. Hal ini karena PLN memiliki nomor pelanggan. "Lokasinya kami datangi, karena setiap bulan kami ambil rekeningnya. Jadi tidak mungkin salah," ujarnya.

Berdasarkan data PLN, pada tahun 2017, tercatat beban subsidi untuk 450 VA bagi orang yang mampu sebesar Rp1,1 miliar. Hal serupa juga terjadi pada pemakaian 900 VA dengan beban subsidi Rp2,9 miliar. Hal inilah yang perlu diperbaiki sehingga pemberian bantuan dapat tepat sasaran.

"Sehingga secara bertahap kami harus melakukan penajaman sasaran kembali sehingga betul-betul subsidi listrik ini tepat sasaran dan diterima oleh memang masyarakat yang tidak mampu, yang membutuhkan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLN Sudah Terima Kompensasi...
PLN Sudah Terima Kompensasi dari Pemerintah Rp24,6 Triliun
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Luhut Pastikan Pasokan...
Luhut Pastikan Pasokan Batubara ke PLN Aman Tanpa Subsidi
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
Berita Terkini
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
6 menit yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
1 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
2 jam yang lalu
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
6 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved