BPJS Ketenagakerjaan: RI Jangan Terlena dengan Bonus Demografi

Selasa, 31 Januari 2017 - 13:58 WIB
BPJS Ketenagakerjaan:...
BPJS Ketenagakerjaan: RI Jangan Terlena dengan Bonus Demografi
A A A
JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengungkapkan, Indonesia tidak boleh terlena dengan bonus demografi dan besarnya penduduk usia muda yang dimiliki saat ini. Pasalnya, bonus demografi tersebut justru akan menjadi ancaman terberat yang akan dihadapi lembaga jaminan sosial.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, saat ini Indonesia memang tengah menikmati panen penduduk berusia muda. Namun, pada 2040 panen tersebut akan habis dan Indonesia akan masuk usia tua.

(Baca: BPJS Ketenagakerjaan Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial)

"Usia penduduk kita mayoritas usia produktif. Tapi kondisi ini harus disikapi dengan dua sisi. Pertama, tantangan peningkatan tenaga kerja, tapi juga merupakan ancaman terhadap penyelenggaran jaminan sosial," katanya dalam acara Indonesia Economic Outlook yang digelar Koran SINDO dan SINDOnews.com di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Agus menjelaskan, sistem jaminan sosial yang ada di Indonesia menganut sistem open growth. Jadi, masyarakat yang memasuki usia pensiun saat ini mendapatkan jaminan sosial dari iuran yang dibayar masyarakat usia pekerja.

"Pada saat 2040, orang yang pensiun akan lebih banyak dan orang yang iuran lebih sedikit. Ini yang bahaya," imbuhnya.

Sebab itu, penduduk usia muda saat ini harus digiring untuk masuk ke sistem jaminan sosial agar terjadi penumpukan dana untuk menghadapi hari tua. Sehingga, saat usia pensiun membludak maka ada cadangan uang yang dipupuk sejak saat ini.

"Sudah ada cadangan uang yang mulai dibangun dari sekarang. Cadangan uang sangat bermanfaat untuk mendongkrak ekonomi," kata Agus.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
39 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved