Kesenjangan Sosial di Yogyakarta Semakin Parah

Kamis, 02 Februari 2017 - 22:07 WIB
Kesenjangan Sosial di...
Kesenjangan Sosial di Yogyakarta Semakin Parah
A A A
YOGYAKARTA - Kesenjangan antara warga kaya dan miskin di Daerah Istimewa Yogyakarta kian melebar. Bila sebelumnya, gap alias jarak antara si kaya dan si miskin berada di urutan kedua terburuk, kini menjadi peringkat satu dari seluruh wilayah di Indonesia. Sebuah peringkat yang tentu tidak diinginkan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Yogyakarta, J.B. Priyono mengungkapkan, kesenjangan antara warga kaya dan miskin di Yogyakarta memang paling parah. Meski demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebabnya.

Hanya saja, berdasarkan analisa sementara karena profesilah yang mengakibatkan kesenjangan antara warga miskin dan kaya cukup lebar. "Warga miskin itu sebagian besar adalah buruh tani," tuturnya, Kamis (2/2/2017).

Upah buruh tani di Yogyakarta selama ini memang tergolong kecil. Diperparah lagi, pekerjaan dari para buruh tani tersebut tidak selalu ada karena tergantung sekali dengan musim. Upah mereka bahkan terbilang lebih kecil dibanding dengan tukang batu sekalipun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Budi Hanoto mengaku kesenjangan antara keluarga miskin dan kaya yang begitu besar merupakan pekerjaan rumah bagi stakeholder perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pihaknya juga belum mengetahui penyebab kesenjangan yang terlalu lebar tersebut.

Ia menduga, sebenarnya orang yang sangat kaya di Yogyakarta hanya segelintir orang. Dan mereka menguasai beberapa perusahaan ataupun usaha yang lainnya. Namun untuk memastikannya, BI akan mencoba melakukan pendataan guna mengetahui aliran permodalan yang masuk ke wilayah ini. "Kami akan lihat sebenarnya asalnya dari pengusaha Yogyakarta atau dari luar Yogyakarta," tuturnya.

Jika dari luar Yogyakarta, maka kemungkinan besar manfaat dari modal yang ditanam di Yogayakarta sangat kecil. Karena sebagian keuntungan dari investasi tersebut lari ke luar daerah. Berbeda dengan ketika pemilik modal yang menguasai sektor bisnis di Yogyakarta tersebut berasal dari Yogyakarta sendiri, tentu aliran dananya akan kembali ke daerah.

Oleh karena itu, ia sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Yogyakarta yang membentuk Jogja Incorporated. Jogja Incorporated dibentuk dengan tujuan menjadikan pengusaha lokal menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Gerakan tersebut juga menegaskan langkah pengusaha lokal untuk bisa terlibat dalam proses pembangunan ekonomi di wilayah ini.

"Saya sangat setuju dengan Jogja Incorporated tersebut agar bisa memeratakan pendapatan. Sehingga ke depan jarak antara si kaya dan si miskin akan berkurang," tambahnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
BPS: Angka Kemiskinan...
BPS: Angka Kemiskinan Sulsel Turun pada September 2021
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Ini Lho Penyebab Makin...
Ini Lho Penyebab Makin Banyak Orang Fakir di Indonesia
25,22 Juta Orang Indonesia...
25,22 Juta Orang Indonesia Masih Miskin per Maret 2024, Tersebar di 20 Provinsi
Angka Kemiskinan di...
Angka Kemiskinan di Kabupaten Sinjai Turun
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
48 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved