Pentagon-Lockheed Sepakat Pembelian F-35 Senilai Rp113 Triliun

Sabtu, 04 Februari 2017 - 06:09 WIB
Pentagon-Lockheed Sepakat...
Pentagon-Lockheed Sepakat Pembelian F-35 Senilai Rp113 Triliun
A A A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon akhirnya mencapai kesepakatan dengan pabrikan pesawat Lockheed Martin Corp (LMT.N) untuk pembelian 90 unit jet tempur F-35 senilai USD8,5 miliar. Bila dikonversi ke dalam rupiah, setara dengan Rp113 triliun (estimasi kurs Rp13.331/USD).

Mengutip dari Reuters, Sabtu (4/2/2017), kesekapatan tersebut diteken pada Jumat waktu AS. Dan menurut sumber terdekat, bahwa kesepakatan ini lebih rendah dari penawaran sebelumnya. Karena dengan nilai di atas, maka harga satu unit F-35 menjadi USD95 juta atau setara Rp1,26 triliun.

Pada penawaran sebelumnya, harga F-35 dipatok sebesar USD102 juta (Rp1,35 triliun) per unit. Dengan kesepakatan ini, kata sumber tadi, Pentagon telah menghemat sekitar USD700 juta ekuivalen Rp9,3 triliun.

Penghematan tersebut merupakan arahan dari Presiden AS Donald Trump, dimana pada Senin kemarin, ia meminta agar Pentagon bisa menghemat USD600 juta dalam pembelian F-35. Bahkan pada Desember lalu, Trump yang ketika itu masih berstatus presiden terpilih, telah mengecam proposal pembelian F-35 yang dianggap “out of control” dan menginginkan Lockheed menurunkan harga.

Analis pertahanan pun memuji langkah renegosiasi Trump, dimana selama ini kesepakatan antara Lockheed dan Pentagon telah deadlock selama berbulan-bulan. Trump sendiri memang rajin mengkritik program F-35 yang dianggap terlalu mahal.

Namun baik Lockheed dan Pentagon menolak untuk berkomentar soal kesepakatan pembelian 90 unit F-35 tersebut. Lockheed sebagai kontraktor utama F-35 terus mengembangkan dan mengefektifkan produksi mesin tempur tersebut di Fort Worth, Texas.

Eksekutif Program F-35 di Departemen Pertahanan AS, Letnan Jenderal Chris Bogdan pun menyatakan biaya pengembangan jet tempur tersebut harus bisa turun antara 6%-7% agar bisa memperoleh kontrak baru.

Senada dengan itu, Manajer Program F-35 di Lockheed Martin, Jeff Babione menyatakan dengan penurunan biaya produksi maka F-35 bisa segera “lepas landas” alias dijual pada musim panas ini. Sebelumnya, pengembangan pesawat ini tertatih-tatih karena mahalnya biaya sehingga sulit untuk dipasarkan.

F-35 sendiri memiliki tiga konfigurasi, model A untuk Angkatan Udara Amerika Serikat dan sekutunya. F-35 B-Model yang mampu terbang dan mendarat secara vertikal untuk Korps Marinir AS dan Angkatan Laut Inggris, dan F-35 C (carrier varian) untuk Angkatan Laut AS.

Pentagon sendiri telah menganggarkan dana sebesar USD391 miliar dalam sepuluh tahun untuk mengembangkan dan membeli 2.443 pesawat tempur supersonik.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Spesifikasi B-52 Bombers...
Spesifikasi B-52 Bombers Andalan Amerika Serikat
Terungkap, Bomber Siluman...
Terungkap, Bomber Siluman Nuklir Amerika Mendarat Darurat lalu Terbakar
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Anti Kiamat Amerika Boeing E-4B, Kendaraan Khusus yang Diciptakan Jika Terjadi Bencana Nuklir
Jet Pembom Milik Amerika...
Jet Pembom Milik Amerika Serikat yang Paling Canggih
Pesawat Bermesin Tunggal...
Pesawat Bermesin Tunggal Mendarat Darurat di Pantai California, Amerika Serikat
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
6 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
6 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
7 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
7 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
7 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
7 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved