Sanksi AS ke Iran Disambut Lonjakan Harga Minyak Dunia

Senin, 06 Februari 2017 - 09:07 WIB
Sanksi AS ke Iran Disambut...
Sanksi AS ke Iran Disambut Lonjakan Harga Minyak Dunia
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia menanjak naik pada perdagangan awal pekan hari ini, di tengah ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah negara itu melakukan uji coba rudal balistik baru-baru ini. Sejak kemarin AS menerapkan sanksi kepada Iran, dimana menargetkan 13 orang dan 12 perusahaan, termasuk sejumlah kelompok.

Pengumuman itu disambut dengan kenaikan harga minyak untuk mulai mempengaruhi pasokan minyak mentah, meski pasar masih memberikan sinyal bakal terjadi peningkatan produksi. Ketegangan antara Tehran dan Washington yang kembali memanas telah memaksa Presiden AS Donald Trump mengeluarkan sanksi yang pertama, sejak menjadi Presiden AS.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/2/2017) tercatat harga minyak mentah berjangka Brent uang menjadi patokan harga minyak internasional diperdagangkan di level USD56,86 per barel pada pukul 00.37 GMT, dengan kenaikan sebesar 5 sen dibandingkan sesi terakhir. Sementara harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) juga bertambah 5 sen menjadi USD53,88 per barel.

Para pelaku pasar mengatakan ketegangan antara Tehran dan Amerika Serikat diperkirakan akan membuat sanksi kedepannya semakin memperketat sanksi yang berdampak kepada ekspor minyak Iran. "Langkah pembatasan baru kepada Iran setelah pengujian rudal balistik, telah meningkatkan risiko lebih lanjut untuk kemudian mengganggu pasokan. Ini bertentangan dengan peningkatan aktivitas rig di AS," bunyi catatan bank ANZ.

Perusahaan-perusahaan energi AS telah meningkatkan rig minyak mereka dalam 13 pekan terakhir dengan sebagian mengambil keuntungan dari harga minyak mentah. Membaiknya harga minyak yang berada di atas level USD50 per barel dalam beberapa terakhir diyakini imbas dari kesepakatan Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) untuk mengurangi pasokan.

Peningkatan produksi AS telah memberikan tekanan terhadap upaya OPEC dan produsen lain seperti Rusia untuk mengakhiri kelebihan pasokan global dengan memangkas produksi dengan rata-rata hampir 1,8 juta barel per hari (bpd) direncanakan sepanjang paruh pertama tahun ini. Ketika OPEC memimpin pemotongan produksi sejak awal 2017 harga minyak telah menunjukkan kenaikan cukup signifikan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved