IHSG Siang Memerah di Tengah Lesatan Rupiah
Selasa, 07 Februari 2017 - 12:46 WIB
IHSG Siang Memerah di Tengah Lesatan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi siang masih menguat, untuk meneruskan tren positif sejak awal pekan kemarin. Kondisi mata uang Garuda ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terperosok di zona merah
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I melesat hingga menyentuh level RpRp13.295/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.315/USD. Siang ini rupiah berada pada kisaran Rp13.295-Rp13.325/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah berada pada level Rp13.325/USD atau sedikit tergelincir dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.320/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.312-Rp13.336/USD.
Posisi rupiah menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.322/USD. Posisi ini menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.329/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini terlihat masih sulit keluar dari zona merah sejak pembukaan tadi pagi. IHSG siang ini berkurang 9,81 poin atau 0,18% ke level 5.386,19 dan pembukaan tadi kehilangan 4,98 poin atau 0,09% ke level 5.391,02. IHSG kemarin ditutup naik 35,23 poin atau 0,66% ke level 5.396,00.
Sektor dalam negeri pada siang ini menunjukkan masih berada dalam jalur negatif, dipimpin kejatuhan sektor pertanian dan properti yang masing-masing berkurang 0,74% dan 0,67%. Sedangkan kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan 0,48%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp3,5 triliun dengan 11,0 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp67,15 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp728,9 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp796,0 miliar. Tercatat 132 saham menguat, 158 melemah dan 114 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Trada Maritime Tbk. (TRAM) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Selain itu ada juga beberapa saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) serta PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA).
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I melesat hingga menyentuh level RpRp13.295/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.315/USD. Siang ini rupiah berada pada kisaran Rp13.295-Rp13.325/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah berada pada level Rp13.325/USD atau sedikit tergelincir dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.320/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.312-Rp13.336/USD.
Posisi rupiah menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.322/USD. Posisi ini menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.329/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini terlihat masih sulit keluar dari zona merah sejak pembukaan tadi pagi. IHSG siang ini berkurang 9,81 poin atau 0,18% ke level 5.386,19 dan pembukaan tadi kehilangan 4,98 poin atau 0,09% ke level 5.391,02. IHSG kemarin ditutup naik 35,23 poin atau 0,66% ke level 5.396,00.
Sektor dalam negeri pada siang ini menunjukkan masih berada dalam jalur negatif, dipimpin kejatuhan sektor pertanian dan properti yang masing-masing berkurang 0,74% dan 0,67%. Sedangkan kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan 0,48%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp3,5 triliun dengan 11,0 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp67,15 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp728,9 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp796,0 miliar. Tercatat 132 saham menguat, 158 melemah dan 114 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Trada Maritime Tbk. (TRAM) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Selain itu ada juga beberapa saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) serta PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA).
(akr)
Lihat Juga :