Rolls-Royce Laporkan Kerugian Mencapai 6,4 Miliar Pounds

Rabu, 15 Februari 2017 - 16:52 WIB
Rolls-Royce Laporkan...
Rolls-Royce Laporkan Kerugian Mencapai 6,4 Miliar Pounds
A A A
DERBY - Produsen mobil terkenal asal Inggris yang juga memproduksi mesin pesawat yakni Rolls-Royce Limited melaporkan telah mencetak kerugian, setelah dihantam kasus penyuapan dan kejatuhan poundsterling. Pembuat mesin jet ini mengumumkan kerugian yang dialami sebelum pajak mencapai 6,4 miliar pounds di 2016.

Namun setelah dikurangi beberapa pengeluaran, laba yang dikumpulkan perusahaan dinilai lebih baik daripada yang diperkirakan oleh pengamat sebelumnya. Seperti dilansir BBC, Rabu (15/2/2017) Rolls-Royce sepakat untuk membayar 671 juta pounds untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi dengan pemerintah Inggris dan Amerika Serikat.

Akibatnya kasus tersebut, kabarnya pihak perusahaan kehilangan kontrak sebesar 4,4 miliar pounds. Seperti halnya banyak bisa secara keseluruhan di internasional, Rolls-Royce biasanya akan melakukan perlindungan di tengah fluktuasi pasar mata uang. Kontrak industri pesawat dalam lingkup internasional dilakukan dengan dolar Amerika Serikat, sedangkan sebagai sebuah perusahaan Inggris biaya Rolls-Royce menggunakan pounds.

Dibutuhkan jalan keluar untuk jangka panjang pada pasar mata uang, untuk melindungi terhadap risiko kemungkinan penurunan dolar atau mata uang lain. Sejak Brexit, pounds telah mengalami kejatuhan sangat tajam terhadap USD sehingga menyebabkan kerugian besar. Rolls-Royce sendiri telah menujadi sebuah perusahaan terpisah dari pembuat mobil sejak tahun 1971.

"Kita harus memastikan program transformasi bisnis yang luas memberikan manfaat penuh seperti yang diharapkan, tidak hanya dalam hal penghematan biaya tetapi juga perubahan budaya dan perilaku yang diperlukan untuk memastikan transformasi berkelanjutan dan standar yang tinggi dari perilaku bisnis dipelihara. Ini penting jika kita ingin menjadi perusahaan yang lebih terpercaya dan tangguh," kata Kepala Eksekutif Warren East.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
15 menit yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
55 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
2 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
3 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved