Harga Gabah Rendah, Bulog Diminta Turun Tangan
Jum'at, 17 Februari 2017 - 15:01 WIB
Harga Gabah Rendah, Bulog Diminta Turun Tangan
A
A
A
KARANGANNYAR - Gudang Bulog Karanganyar diminta turun ke tingkat petani untuk melakukan penyerapan gabah. Hal itu dilakukan karena musim panen kali ini harga gabah di tingkat petani sangat rendah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran SINDO, harga gabah di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp3.000-Rp3.200 per kilogram (kg). Kondisi itu sangat dikeluhkan para petani, pasalnya dengan harga segitu mereka menilai masih cukup rendah.
Harga tersebut kurang sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan selama masa tanam hingga panen. Rendahnya harga gabah itu disebabkan karena tingginya musim hujan saat ini.
Hujan deras yang terus mengguyur membuat kadar air yang ada pada gabah tinggi dan menyebabkan kualitas gabah menurun. Salah seorang petani asal Banjarjo Kebakramat, Sunarno mengatakan, pihak tengkulak saat ini hanya berani membeli gabahnya maksimal Rp3.200.
Para tengkulak sudah tidak mau lagi membeli di atas harga tersebut. Padahal, menurutnya kualitas gabah yang dipanen saat ini juga tidak buruk dan masih sangat layak untuk jual dan diselep untuk menjadi beras.
Pihaknya berharap agar Bulog turun ke lapangan untuk membeli gabah dari tingkat petani. Apalagi sesuai aturan yang ditetapkan bulog, mereka berani menyerap gabah dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga tengkulak.
Hal yang sama juga diungkapkan petani lainnya, Joko yang berharap agar Bulog memberikan solusi terbaik agar para petani tidak merugi pada musim panen kali ini. "Biasanya sawah ukuran 2.000 meter persegi bisa laku sampai Rp5 juta, namun kali ini hanya dihargai tengkulak sekitar Rp3 juta sampai Rp3,5 juta," ujarnya.
Kepal Gudang Bulog Karanganyar, Bramnantya mengaku bakal menyerap hasil panen para petani. Asalkan gabah yang dipanen sesuai standar yang ditentukan Bulog. Agar bisa diserap kadar air yang ada pada gabah maksimal mencapai 25%. Nantinya gabah para petani akan dihargai maksimal Rp3,700 per kg.
Dia berharap dengan diserapnya gabah tersebut, stok yang dimiliki Bulog bisa meningkat. Tidak hanya itu, harapannya harga gabah yang ada di pasaran bisa ikut terangkat naik. Sehingga para petani tidak menderita pada musim panen kali ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran SINDO, harga gabah di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp3.000-Rp3.200 per kilogram (kg). Kondisi itu sangat dikeluhkan para petani, pasalnya dengan harga segitu mereka menilai masih cukup rendah.
Harga tersebut kurang sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan selama masa tanam hingga panen. Rendahnya harga gabah itu disebabkan karena tingginya musim hujan saat ini.
Hujan deras yang terus mengguyur membuat kadar air yang ada pada gabah tinggi dan menyebabkan kualitas gabah menurun. Salah seorang petani asal Banjarjo Kebakramat, Sunarno mengatakan, pihak tengkulak saat ini hanya berani membeli gabahnya maksimal Rp3.200.
Para tengkulak sudah tidak mau lagi membeli di atas harga tersebut. Padahal, menurutnya kualitas gabah yang dipanen saat ini juga tidak buruk dan masih sangat layak untuk jual dan diselep untuk menjadi beras.
Pihaknya berharap agar Bulog turun ke lapangan untuk membeli gabah dari tingkat petani. Apalagi sesuai aturan yang ditetapkan bulog, mereka berani menyerap gabah dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga tengkulak.
Hal yang sama juga diungkapkan petani lainnya, Joko yang berharap agar Bulog memberikan solusi terbaik agar para petani tidak merugi pada musim panen kali ini. "Biasanya sawah ukuran 2.000 meter persegi bisa laku sampai Rp5 juta, namun kali ini hanya dihargai tengkulak sekitar Rp3 juta sampai Rp3,5 juta," ujarnya.
Kepal Gudang Bulog Karanganyar, Bramnantya mengaku bakal menyerap hasil panen para petani. Asalkan gabah yang dipanen sesuai standar yang ditentukan Bulog. Agar bisa diserap kadar air yang ada pada gabah maksimal mencapai 25%. Nantinya gabah para petani akan dihargai maksimal Rp3,700 per kg.
Dia berharap dengan diserapnya gabah tersebut, stok yang dimiliki Bulog bisa meningkat. Tidak hanya itu, harapannya harga gabah yang ada di pasaran bisa ikut terangkat naik. Sehingga para petani tidak menderita pada musim panen kali ini.
(izz)
Lihat Juga :