IHSG Siang Balik Memerah Iringi Pelemahan Rupiah
Senin, 27 Februari 2017 - 12:47 WIB
IHSG Siang Balik Memerah Iringi Pelemahan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini masih sulit keluar dari tekanan untuk melanjutkan tren negatif sejak pagi tadi. Penyusutan mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang balik memerah.
Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah berada pada level Rp13.343/USD atau tidak lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.331/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.335-Rp13.346/USD.
Sementara pada Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I terus bergerak melemah ke level Rp13.345/USD. Kondisi ini memburuk dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.296/USD, dengan kisaran harian Rp13.327-Rp13.356/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.339/USD. Posisi ini menyusut dari posisi sebelumnya yang berakhir di level Rp13.336/USD.
Pelemahan juga diperlihatkan IHSG pada perdagangan sesi siang hari ini berbalik memerah usai kehilangan 12,07 poin atau 0,22% ke level 5.373,84. Sedangkan pada pembukaan pagi tadi, bursa saham Tanah Air menguat ke level 5.391,23 dengan tambahan 5.33 poin atau setara dengan 0,10% dan kemarin ditutup bertambah 13,16 poin atau 0,24% menjadi 5.385,91.
Sektor dalam negeri hingga sesi I awal pekan, bergerak variatif saat lonjakan tertinggi terjadi pada pertanian yang bertambah 0,89%. Sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada sektor perdagangan dan diikuti sektor aneka industri dengan masing-masing berkurang 0,79% serta 0,77%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp2,72 triliun dengan 7,51 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp116,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp646,9 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp530,1 miliar. Tercatat 125 saham menguat, 135 melemah dan 119 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) dan PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN). Ada juga beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).
Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah berada pada level Rp13.343/USD atau tidak lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.331/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.335-Rp13.346/USD.
Sementara pada Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I terus bergerak melemah ke level Rp13.345/USD. Kondisi ini memburuk dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.296/USD, dengan kisaran harian Rp13.327-Rp13.356/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.339/USD. Posisi ini menyusut dari posisi sebelumnya yang berakhir di level Rp13.336/USD.
Pelemahan juga diperlihatkan IHSG pada perdagangan sesi siang hari ini berbalik memerah usai kehilangan 12,07 poin atau 0,22% ke level 5.373,84. Sedangkan pada pembukaan pagi tadi, bursa saham Tanah Air menguat ke level 5.391,23 dengan tambahan 5.33 poin atau setara dengan 0,10% dan kemarin ditutup bertambah 13,16 poin atau 0,24% menjadi 5.385,91.
Sektor dalam negeri hingga sesi I awal pekan, bergerak variatif saat lonjakan tertinggi terjadi pada pertanian yang bertambah 0,89%. Sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada sektor perdagangan dan diikuti sektor aneka industri dengan masing-masing berkurang 0,79% serta 0,77%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp2,72 triliun dengan 7,51 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp116,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp646,9 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp530,1 miliar. Tercatat 125 saham menguat, 135 melemah dan 119 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) dan PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN). Ada juga beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).
(akr)
Lihat Juga :