Lama Tinggal Wisatawan Masih Sangat Singkat

Sabtu, 04 Maret 2017 - 05:47 WIB
Lama Tinggal Wisatawan...
Lama Tinggal Wisatawan Masih Sangat Singkat
A A A
YOGYAKARTA - Industri perhotelan di Yogyakarta terus dilirik oleh berbagai investor. Hanya saja, berbagai persoalan masih menghadang laju pertumbuhan bisnis ini.Persoalan okupansi yang terus menurun serta lama tinggal wisatawan di Yogyakarta memang harus dipecahkan agar bisnis ini tetap bertumbuh.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Istidjab Danunagoro mengungkapkan, hotel di Yogyakarta terus bertambah jumlahnya. Hal ini memang berakibat pada penurunan tingkat okupansi.

Kini, tingkat okupansi hotel berbintang hanya 57%, sementara non bintang 27%. "Upaya mendatangkan wisatawan harus dilakukan secara komprehensif," tuturnya, Jumat (3/3/2017).

Selain itu, lama tinggal wisatawan di Yogyakarta juga masih sangat singkat. Karena tahun lalu, lama tinggal wisatawan di Kota Gudeg ini hanya 1,8 hari. Lama tinggal yang cukup singkat ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap okupansi hotel yang ada di Yogyakarta.

Ia mengakui jika lama tinggal tersebut masih menjadi kendala cukup besar, terutama untuk wisatawan dari timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Lama tinggal mereka masih sangat singkat.

Terlebih, banyak travel agent dari Bali yang sengaja mempersingkat lama tinggal wisatawan mereka ketika berkunjung ke Yogyakarta. "Mereka berusaha kalau bisa di Yogyakarta jangan menginap," tambahnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kapal MS Silver Muse...
Kapal MS Silver Muse Bawa 547 Wisatawan, Dinas Pariwisata Sulsel: Ini Menandai Ekonomi Bangkit
Kemenparekraf Bersiap...
Kemenparekraf Bersiap Buka Keran Wisatawan Mancanegara
Sandiaga Uno Sebut Target...
Sandiaga Uno Sebut Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara Meningkat, Tapi…
Pertama Kali Usai Pandemi,...
Pertama Kali Usai Pandemi, Sumenep Kembali Ramai Dikunjungi Ratusan Wisman
Wagub Bali Respons Wacana...
Wagub Bali Respons Wacana Wisman Dikenai Pajak: Pariwisata Bali Akan Makin Berkualitas
Karantina Wisman Dihapus,...
Karantina Wisman Dihapus, Peningkatan Kunjungan ke Bali Sentuh 200%
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved