China Alami Defisit Perdagangan Pertama Sejak 2014

Kamis, 09 Maret 2017 - 04:11 WIB
China Alami Defisit...
China Alami Defisit Perdagangan Pertama Sejak 2014
A A A
BEIJING - China melaporkan telah mengalami defisit perdagangan bulanan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, setelah impor alami peningkatan dan perlambatan pertumbuhan sepanjang liburan tahun baru Imlek. Harga beberapa komoditas yang lebih tinggi seperti bijih besi, minyak hingga batu bara dan permintaan domestik mendorong impor Februari meningkat 3,81% dibandingkan tahun sebelumnya.

Seperti dilansir BBC, Rabu (8/3) namun ekspor tiba-tiba mengalami kejatuhan mencapai 1,3%, jika dibandingkan tahun lalu untuk membuat defisit perdagangan USD9,2 miliar secara bulanan. Ketidakberimbangan angka pertumbuhan perdagangan itu membuat China mengalami defisit untuk Februari, dimana terakhir kali impor melebihi ekspor terjadi pada Februari 2014, lalu.

Sementara analis yang disurvei oleh Reuters telah meramalkan China akan mengalami surplus perdagangan bulanan sebesar USD25,8 miliar. Data ekonomi China dari bulan Januari dan Februari terlihat terdistorsi oleh liburan panjang tahun baru China. Ditambah beberapa sektor bisnis mengalami perlambatan menjelang periode tersebut sehingga memberi tekanan.

Selain itu, banyak perusahaan juga mengurangi kapasitas opesinya atau tutup pada periode yang sama. Liburan tahun baru China dimulai akhir Januari pada tahun ini dan Februari pada tahun lalu. Meski begitu para analis sepakat bahwa penurunan ini sifatnya hanya sementara, ketika surplus tidak terelakkan lagi setelah dampak liburan panjang berakhir.

"Data perdagangan terbaru hanya menunjukkan distorsi musiman, baik ekspor dan impor bakal kembali menguat di awal 2017. Namun kami ragu bahwa kecepatan saat ini, pertumbuhan impor akan bertahan. Ini adalah hanya soal waktu sebelum kita melihat penurunan permintaan domestik," ujar ekonom Capital Economics Julian Evans-Pritchard.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
16 menit yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
9 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
10 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
10 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved