IHSG Berbalik Turun 3,16 Poin ke 5.390,61
Kamis, 09 Maret 2017 - 09:44 WIB
IHSG Berbalik Turun 3,16 Poin ke 5.390,61
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Kamis (9/3/2017) naik tipis 0,18 poin ke level 5.393,94 pada pukul 08.55 WIB. Namun tepat pukul 09.00 WIB, indeks berbalik melemah 3,16 poin atau 0,06% ke level 5.390,61.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh 8,85 poin atau 0,16% ke level 5.393,76. Dan sepanjang Rabu lalu, indeks diperdagangkan di kisaran 5.390,01-5.415,23
Dari 255 saham yang diperdagangkan, 83 naik, 81 melemah dan 91 stagnan. Nilai transaksi saham mencapai Rp317 miliar dari 574 juta saham yang diperdagangkan. Untuk transaksi bersih asing Rp13,60 miliar dengan aksi jual asing Rp101,15 miliar berbanding aksi beli asing Rp114,76 miliar.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan antisipasi investor teradap prospek kenaikan suku bunga AS yang hingga di atas 70% probabilitasnya, menjadi faktor pelemahan ekuitas global dan berdampak pada indeks.
Sementara itu, sebagian besar saham Asia dibuka datar. Karena pedagang cemas soal jatuhnya harga minyak mentah AS, setelah persediaan minyak mentah AS melonjak ke rekor tertinggi yaitu 8,2 juta barel pada pekan lalu.
Hal ini membuat Australia ASX 200 melemah 0,4%, terseret oleh turunnya sub-indeks energi sebesar 1,61% dan sub-indeks material yang melemah 1,87%. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,34% imbas melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Kospi Korea Selatan dibuka nyaris datar dengan turun 0,02%, karena melemahnya saham Samsung Electronics sebesar 0,3%, Samsung C & T turun 0,41% dan Samsung Heavy tumpah 1,65%. Jatuhnya saham Samsung seiring pemeriksaan Chief Samsung Group Jay Y. Lee atas kasus suap yang memakzulkan Presiden Park Geun-hye.
Bursa China memerah dengan Shanghai turun 0,7% dan Shenzhen melemah 0,59%. Hang Seng Hong Kong anjlok 0,96%. Melemahnya pasar China seiring defisit perdagangan bulanan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir
Kemarin, IHSG ditutup jatuh 8,85 poin atau 0,16% ke level 5.393,76. Dan sepanjang Rabu lalu, indeks diperdagangkan di kisaran 5.390,01-5.415,23
Dari 255 saham yang diperdagangkan, 83 naik, 81 melemah dan 91 stagnan. Nilai transaksi saham mencapai Rp317 miliar dari 574 juta saham yang diperdagangkan. Untuk transaksi bersih asing Rp13,60 miliar dengan aksi jual asing Rp101,15 miliar berbanding aksi beli asing Rp114,76 miliar.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan antisipasi investor teradap prospek kenaikan suku bunga AS yang hingga di atas 70% probabilitasnya, menjadi faktor pelemahan ekuitas global dan berdampak pada indeks.
Sementara itu, sebagian besar saham Asia dibuka datar. Karena pedagang cemas soal jatuhnya harga minyak mentah AS, setelah persediaan minyak mentah AS melonjak ke rekor tertinggi yaitu 8,2 juta barel pada pekan lalu.
Hal ini membuat Australia ASX 200 melemah 0,4%, terseret oleh turunnya sub-indeks energi sebesar 1,61% dan sub-indeks material yang melemah 1,87%. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,34% imbas melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Kospi Korea Selatan dibuka nyaris datar dengan turun 0,02%, karena melemahnya saham Samsung Electronics sebesar 0,3%, Samsung C & T turun 0,41% dan Samsung Heavy tumpah 1,65%. Jatuhnya saham Samsung seiring pemeriksaan Chief Samsung Group Jay Y. Lee atas kasus suap yang memakzulkan Presiden Park Geun-hye.
Bursa China memerah dengan Shanghai turun 0,7% dan Shenzhen melemah 0,59%. Hang Seng Hong Kong anjlok 0,96%. Melemahnya pasar China seiring defisit perdagangan bulanan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir
(ven)
Lihat Juga :