Rupiah Dibuka Mixed di Tengah Menguatnya USD
Selasa, 14 Maret 2017 - 10:09 WIB
Rupiah Dibuka Mixed di Tengah Menguatnya USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini mixed dari posisi penutupan kemarin. Kondisi rupiah ini di tengah menguatnya USD terhadap beberapa mata uang dunia lainnya.
Data Bloomberg pagi ini juga dibuka melemah tipis di level Rp13.360/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.356/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.353-Rp13.365/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.360/USD. Posisi ini menguat tipis dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.364/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat menguat ke level Rp13.363/USD dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.375/USD.
Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini melemah ke level Rp13.353/USD dibanding kemarin dilevel Rp13.334/USD. Namun, pada pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.3.358/USD dengan kisaran Rp13.335-Rp13.360/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/3/2017), USD naik tipis terhadap beberapa mata uang dunia lainnya, karena terimbas hasil data Treasury AS memperpanjang kenaikan menjelang kenaikan suku bunga yang diharapkan oleh Federal Reserve (The Fed).
Euro ditarik kembali dari posisi tertinggi setelah adanya komentar dovish dari pejabat Bank Sentral Eropa baru-baru ini. Dengan kenaikan suku bunga sudah terlihat sebagai kesepakatan dilakukan, fokus investor adalah pada jenis pesan Fed setelah pertemuan dua hari yang dimulai hari ini.
"Kenaikan terbaru dalam hasil Treasury yang mendasari USD, tapi itu adalah suasana hati yang menunggu dan melihat bahwa sebagian besar berlaku di pasar menjelang keputusan Fed," kata Shin Kadota, ahli strategi mata uang senior Barclays di Tokyo.
Indeks USD terhadap beberapa mata uang utama naik 0,1% ke level 101,440, menambah keuntungan sederhana dari hari sebelumnya. Mata uang AS naik 0,1% terhadap yen ke level 114,950, setelah pada Jumat kemarin sempat menyentuh level 115,510 atau tertinggi sejak 19 Januari 2017.
Sementara, euro terhadap USD melemah tipis hanya 0,1% ke level 1,0647. Mata uang umum telah naik ke level tertinggi dalam satu bulan di level 1,0714 yang terjadi kemarin setelah adanya dorongan beberapa anggota Dewan Pemerintahan ECB membahas kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan lalu.
Poundsterling terhadap USD sedikit berubah ke level 1,2211 setelah semalam naik 0,4% usai Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon menuntut referendum kemerdekaan Skotlandia, tapi mengatakan itu harus dilakukan di awal 2018.
Dolar Australia terhadap USD turun 0,2% ke posisi 0,7559, memberikan kembali sebagian dari keuntungan hari sebelumnya.
Data Bloomberg pagi ini juga dibuka melemah tipis di level Rp13.360/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.356/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.353-Rp13.365/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.360/USD. Posisi ini menguat tipis dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.364/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat menguat ke level Rp13.363/USD dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.375/USD.
Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini melemah ke level Rp13.353/USD dibanding kemarin dilevel Rp13.334/USD. Namun, pada pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.3.358/USD dengan kisaran Rp13.335-Rp13.360/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/3/2017), USD naik tipis terhadap beberapa mata uang dunia lainnya, karena terimbas hasil data Treasury AS memperpanjang kenaikan menjelang kenaikan suku bunga yang diharapkan oleh Federal Reserve (The Fed).
Euro ditarik kembali dari posisi tertinggi setelah adanya komentar dovish dari pejabat Bank Sentral Eropa baru-baru ini. Dengan kenaikan suku bunga sudah terlihat sebagai kesepakatan dilakukan, fokus investor adalah pada jenis pesan Fed setelah pertemuan dua hari yang dimulai hari ini.
"Kenaikan terbaru dalam hasil Treasury yang mendasari USD, tapi itu adalah suasana hati yang menunggu dan melihat bahwa sebagian besar berlaku di pasar menjelang keputusan Fed," kata Shin Kadota, ahli strategi mata uang senior Barclays di Tokyo.
Indeks USD terhadap beberapa mata uang utama naik 0,1% ke level 101,440, menambah keuntungan sederhana dari hari sebelumnya. Mata uang AS naik 0,1% terhadap yen ke level 114,950, setelah pada Jumat kemarin sempat menyentuh level 115,510 atau tertinggi sejak 19 Januari 2017.
Sementara, euro terhadap USD melemah tipis hanya 0,1% ke level 1,0647. Mata uang umum telah naik ke level tertinggi dalam satu bulan di level 1,0714 yang terjadi kemarin setelah adanya dorongan beberapa anggota Dewan Pemerintahan ECB membahas kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan lalu.
Poundsterling terhadap USD sedikit berubah ke level 1,2211 setelah semalam naik 0,4% usai Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon menuntut referendum kemerdekaan Skotlandia, tapi mengatakan itu harus dilakukan di awal 2018.
Dolar Australia terhadap USD turun 0,2% ke posisi 0,7559, memberikan kembali sebagian dari keuntungan hari sebelumnya.
(izz)