Pertumbuhan Upah Pekerja di Inggris Melambat

Kamis, 16 Maret 2017 - 11:21 WIB
Pertumbuhan Upah Pekerja...
Pertumbuhan Upah Pekerja di Inggris Melambat
A A A
LONDON - Tingkat pengangguran di Inggris berkurang dalam tiga bulan terakhir hingga Januari, meski begitu ada penurunan tajam dalam pertumbuhan upah pekerja. Kantor Statistik Nasional Inggris (The Office for National Statistics/ONS) menerangkan angka pengangguran turun menjadi 4,7%, meski tidak lebih rendah sejak musim panas 1975, silam.

Namun seperti dilansir BBC, Kamis (16/3/2017) pertumbuhan upah pada Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- telah melambat pada level 2,3% (tidak termasuk bonus) dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya 2,6%. Upah pekerja sedikit lebih baik di atas level inflasi yang saat ini 1,8%, saat kesenjangan juga elah menyempit.

"Data sektor tenaga kerja pada Maret yang dirilis memperlihatkan kinerja yang solid dalam sektor ketenagakerjaan. Di sisi lain termasuk ada kekhawatiran terkait tanda-tanda pelemahan berkaitan dengan upah," ucap penasihat ekonomi senior EY Item Club Martin Beck.

"Kami tetap optimis bahwa tren ini akan terbalik, tetapi dengan proporsi tahunan yang lebih tinggi. Beberapa bulan ke depan menjadi sangat penting dengan harapan mulai membaik," sambungnya.

Sementara Direktur Institute for Fiscal Studies (IFS) Paul Johnson memperingatkan bahwa upah pekerja tidak mungkin lebih tinggi dalam lima tahun ke depan. "Pada saat ini diperkirakan pendapatan rata-rata tidak akan lebih tinggi pada tahun 2022 dari 2007. Lima belas tahun tanpa kenaikan gaji. Ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa upah pekerja tumbuh pada level paling lambat sejak April tahun lalu. "Kelemahan ini terjadi meluas di beberapa sektor seperti pada pertumbuhan upah moderat dalam jasa keuangan dan bisnis, distribusi, konstruksi dan sektor publik," ujar Kepala Ekonom Pantheon Macroeconomics Samuel Tombs.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
8 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
9 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
10 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved