Program Tabungan Investasi JICT Terancam Gagal Bayar

Kamis, 16 Maret 2017 - 10:25 WIB
Program Tabungan Investasi...
Program Tabungan Investasi JICT Terancam Gagal Bayar
A A A
JAKARTA - Program Tabungan Investasi (PTI) di Jakarta International Container Terminal (JICT) diduga terancam gagal bayar oleh Koperasi Karyawan (Kopkar) JICT.Pasalnya sampai saat ini uang karyawan JICT tak diketahui secara pasti keberadaannya. Begitu pun jika diinvestasikan tidak diketahui berapa besar keuntungan yang akan dibagi pada 2019 mendatang.Berdasarkan data yang didapat oleh Transparency for Port of Indonesia, transfer terakhir per 2015 berjumlah 24 miliar rupiah. Total dana yang ditempatkan di Kopkar dari 2009 s/d 2015 sebesar Rp117,9 miliar.Kordinator Transperancy for port Indonesia Dr Mappa PB mengatakan, untuk mengetahui keberadaan dana tersebut JICT pernah meminta kepada Kopkar untuk diaudit oleh KAP namun tidak dapat dilaksanakan karena harus seijin Dewan Pengawas Kopkar. Sementara Dewan Pengawas Kopkar menyerahkan pada mekanisme Rapat Anggota Tahunan (RAT) apakah boleh diaudit atau tidak.“Pelindo 2 selaku pemegang 49 persen saham JICT, 2015 yang lalu meminta BPK untuk melakukan audit namun belum dilaksanakan sampai sekarang karena masih proses analisis sebelum audit dilakukan," kata Dr Mappa PB dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (16/3).Diketahui, PTI sendiri merupakan hasil kesepakatan para pemegang saham yaitu Pelindo 2 (49%) dan Hutchinson (50%). Ini dibuktikan melalui Berita Acara yang ditandatangani para komisaris dari kedua belah pihak beberapa tahun silam.“Ini ditambah pada akta notaris jelas Pelindo 2 adalah salah satu pemilik JICT. Meskipun tidak mayoritas kepemilikannya, uang negara tetap ada di sana dan perlu pertanggungjawabannya," jelasnya.“Kami juga berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memiliki fungsi pencegahan dan pengawasan ikut memperhatikan masalah ini.”
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dekopin Dukung Jalan...
Dekopin Dukung Jalan Perdamaian untuk Kasus KSP Indosurya
Penundaan Pengesahan...
Penundaan Pengesahan Tak Ubah Hasil Voting PKPU KSP Indosurya
KSP Indosurya Akan Akomodir...
KSP Indosurya Akan Akomodir Saran Kreditur Guna Capai Perdamaian
Peran Koperasi Dinilai...
Peran Koperasi Dinilai Cenderung Terpinggirkan Akibat Kasus Investasi Bodong
Koperasi Indosurya Kembali...
Koperasi Indosurya Kembali Dilaporkan Nasabah ke Polda Metro Jaya
Satgas Waspada Investasi...
Satgas Waspada Investasi Temukan 50 Pinjaman Online Ilegal Berkedok Koperasi
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved