Sentimen Positif Topang Kenaikan Lanjutan IHSG
Minggu, 19 Maret 2017 - 22:07 WIB
Sentimen Positif Topang Kenaikan Lanjutan IHSG
A
A
A
JAKARTA - Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menilai sentimen positif pada pekan lalu masih cukup kuat untuk menopang lanjutan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini. Dia memprediksi IHSG akan bergerak di level support 5.480-5.500 dan akan resisten di level 5.560-5.580.
Secara pola, IHSG memberikan sinyal indeks yang berpotensi naik secara terbatas. Kepastian dari suku bunga AS atau FFR dan respons dari BI menjadi momentum positif kenaikan IHSG.
Momentum positif tersebut telah terbukti berhasil pada pekan lalu. Dia melihat masih ada imbas keputusan The Fed yang juga berefek pada menguatnya bursa saham Asia dan pergerakan rupiah, serta pasar obligasi yang masih melanjutkan penguatannya memberikan aura positif pada keberlanjutan penguatan IHSG.
“Untuk pergerakan selanjutnya akan ada potensi untuk melanjutkan kenaikan. Namun diharapkan tidak terjadi aksi ambil untung atau profit taking demi menjaga sentimen positif di pasar,” ujar Reza, Minggu (19/3/2017).
(Baca: IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa ke Level 5.540,43)
https://ekbis.sindonews.com/read/1189271/32/ihsg-cetak-rekor-sepanjang-masa-ke-level-554043-1489743807
Dia juga mengingatkan investor harus terus fokus mengamati pergerakan setiap sahamnya, daripada hanya melihat pergerakan sektoral. Investor harus mengawasi dan waspadai sentimen dari hasil kinerja korporasi dan sentimen kabar global.
"Kami berharap agar pergerakan IHSG tidak terganggu dengan keinginan untuk profit taking sehingga lanjutan tren menyentuh level tertinggi terbaru dapat terwujud,” tandas Reza.
Analis dari PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya juga menilai pekan ini market akan minim sentimen pendorong untuk membuat IHSG kembali mencetak high level. Dia melihat investor besar masih akan terus mencatatkan arus modal yang masuk sehingga masih ada kenaikan yang terbatas.
“Profit taking dilakukan oleh trader yang harian namun untuk investor besar belum akan melakukannya. Kenaikan tetap akan ada namun terbatas,” ujar William.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat di pekan lalu rata-rata volume transaksi harian meningkat 27,62% menjadi 14,46 miliar unit saham dari 11,33 miliar unit saham pada akhir pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI naik 4,79% menjadi 329,29 ribu kali transaksi dari 314,23 ribu kali transaksi.
Investor asing mencatatkan beli bersih Rp5,42 triliun di sepanjang pekan lalu sehingga pada tahun ini investor asing masih mencatatkan beli bersih Rp4,28 triliun.
Secara pola, IHSG memberikan sinyal indeks yang berpotensi naik secara terbatas. Kepastian dari suku bunga AS atau FFR dan respons dari BI menjadi momentum positif kenaikan IHSG.
Momentum positif tersebut telah terbukti berhasil pada pekan lalu. Dia melihat masih ada imbas keputusan The Fed yang juga berefek pada menguatnya bursa saham Asia dan pergerakan rupiah, serta pasar obligasi yang masih melanjutkan penguatannya memberikan aura positif pada keberlanjutan penguatan IHSG.
“Untuk pergerakan selanjutnya akan ada potensi untuk melanjutkan kenaikan. Namun diharapkan tidak terjadi aksi ambil untung atau profit taking demi menjaga sentimen positif di pasar,” ujar Reza, Minggu (19/3/2017).
(Baca: IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa ke Level 5.540,43)
https://ekbis.sindonews.com/read/1189271/32/ihsg-cetak-rekor-sepanjang-masa-ke-level-554043-1489743807
Dia juga mengingatkan investor harus terus fokus mengamati pergerakan setiap sahamnya, daripada hanya melihat pergerakan sektoral. Investor harus mengawasi dan waspadai sentimen dari hasil kinerja korporasi dan sentimen kabar global.
"Kami berharap agar pergerakan IHSG tidak terganggu dengan keinginan untuk profit taking sehingga lanjutan tren menyentuh level tertinggi terbaru dapat terwujud,” tandas Reza.
Analis dari PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya juga menilai pekan ini market akan minim sentimen pendorong untuk membuat IHSG kembali mencetak high level. Dia melihat investor besar masih akan terus mencatatkan arus modal yang masuk sehingga masih ada kenaikan yang terbatas.
“Profit taking dilakukan oleh trader yang harian namun untuk investor besar belum akan melakukannya. Kenaikan tetap akan ada namun terbatas,” ujar William.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat di pekan lalu rata-rata volume transaksi harian meningkat 27,62% menjadi 14,46 miliar unit saham dari 11,33 miliar unit saham pada akhir pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI naik 4,79% menjadi 329,29 ribu kali transaksi dari 314,23 ribu kali transaksi.
Investor asing mencatatkan beli bersih Rp5,42 triliun di sepanjang pekan lalu sehingga pada tahun ini investor asing masih mencatatkan beli bersih Rp4,28 triliun.
(dmd)
Lihat Juga :