IHSG Siang Ambruk Saat Rupiah Bertahan di Zona Hijau
Senin, 20 Maret 2017 - 12:49 WIB
IHSG Siang Ambruk Saat Rupiah Bertahan di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke zona merah setelah sukses menjaga rekor tertinggi pada sesi pembukaan pagi tadi. Kondisi ini berbanding terbalik dengan rupiah yang tetap menjaga tren penguatan untuk mencoba menjauhi kisaran level Rp13.300/USD.
Bursa saham Tanah Air pada perdagangan sesi I hari ini ambruk, usai kehilangan 20,15 poin atau 0,36% ke level 5.520,28. Pada pagi tadi bursa Tanah Air dibuka menguat di level 5.556,10 dengan kenaikan 15,67 poin atau 0,28% dan kemarin ditutup melonjak hingga 22,19 poin atau 0,40% ke level 5.540,43 untuk mengalahkan pencapain tertinggi pada 7 April 2015 di level 5.523,29.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada pada tren negatif dipimpin kejatuhan terdalam pada sektor perdagangan 0,87% diikuti aneka industri jatuh 0.85%. Sedangkan keuangan menjadi satu-satunya sektor yang mencetak keuntungan 0,40%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp3,33 triliun dengan 6,96 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing sebesar Rp469,1 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,08 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,55 triliun. Tercatat 135 saham menguat, 154 melemah dan 118 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA), PT BISI International Tbk. (BISI) dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Astra International Tbk. (ASII).
Di sisi lain penguatan rupiah terlihat pada data Bloomberg siang ini dengan berada pada level Rp13.319/USD atau membaik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.345/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.312-Rp13.344/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber pada Limas, rupiah terlihat semakin perkasa di level Rp13.322/USD. Posisi ini mengat 33 poin atau masih lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.355/USD.
Sementara pada Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I berada di level Rp13.317/USD jauh lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.342/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran pada level Rp13.285-Rp13.342/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.329/USD. Posisi ini membaik dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.342/USD.
Bursa saham Tanah Air pada perdagangan sesi I hari ini ambruk, usai kehilangan 20,15 poin atau 0,36% ke level 5.520,28. Pada pagi tadi bursa Tanah Air dibuka menguat di level 5.556,10 dengan kenaikan 15,67 poin atau 0,28% dan kemarin ditutup melonjak hingga 22,19 poin atau 0,40% ke level 5.540,43 untuk mengalahkan pencapain tertinggi pada 7 April 2015 di level 5.523,29.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada pada tren negatif dipimpin kejatuhan terdalam pada sektor perdagangan 0,87% diikuti aneka industri jatuh 0.85%. Sedangkan keuangan menjadi satu-satunya sektor yang mencetak keuntungan 0,40%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp3,33 triliun dengan 6,96 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing sebesar Rp469,1 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,08 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,55 triliun. Tercatat 135 saham menguat, 154 melemah dan 118 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA), PT BISI International Tbk. (BISI) dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Astra International Tbk. (ASII).
Di sisi lain penguatan rupiah terlihat pada data Bloomberg siang ini dengan berada pada level Rp13.319/USD atau membaik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.345/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.312-Rp13.344/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber pada Limas, rupiah terlihat semakin perkasa di level Rp13.322/USD. Posisi ini mengat 33 poin atau masih lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.355/USD.
Sementara pada Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I berada di level Rp13.317/USD jauh lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.342/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran pada level Rp13.285-Rp13.342/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.329/USD. Posisi ini membaik dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.342/USD.
(akr)
Lihat Juga :