BTN Gencar Garap Pasar Affluent

Selasa, 21 Maret 2017 - 19:06 WIB
BTN Gencar Garap Pasar...
BTN Gencar Garap Pasar Affluent
A A A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mulai gencar menggarap pasar affluent di Indonesia. Segmen ini digarap mengingat jumlahnya yang mencapai puluhan juta orang dengan pendapatan mencapai puluhan juta rupiah.

Corporate Secretary Bank BTN Eko Waluyo mengatakan, pasar affluent menempati porsi cukup besar dalam komposisi masyarakat di Indonesia. Dari kajian perseroan, jumlah masyarakat di segmen affluent ini mencapai 70 juta orang dengan rata-rata penghasilan berkisar Rp7 juta hingga Rp30 juta per bulan.

"Kami melihat demand masih banyak. Saat ini kami masih menyasar mass market, sedangkan segmen aflluent masih potensial. Ini yang tengah kami garap dengan transformasi yang telah dan akan terus berlanjut," jelas Eko dalam rilisnya, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Sementara, hingga akhir 2016, Bank BTN telah menyalurkan kredit ke hampir empat juta debitur. Mayoritas debiturnya, merupakan mass market yang setingkat di bawah affluent market.

Potensi jumlah affluent market di Indonesia menjadi pasar menarik. Menurutnya, Bank BTN mengincar setidaknya mampu menggaet 10% dari jumlah tersebut. Untuk menggarap pasar ini, Bank BTN terus menggelar transformasi mulai dari bisnis, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur.

Dari segi bisnis, perseroan tengah menggenjot transformasi digital untuk menggarap pasar dalam negeri sekaligus mempersiapkan diri menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Transformasi digital sendiri telah digelar sejak 2015 dan ditargetkan rampung pada 2019.

Bank BTN juga telah meluncurkan kredit pemilikan apartemen (KPA), mempercepat proses bisnis, menggenjot layanan digital, dan membuka smart branch untuk menggarap segmen affluent market tersebut.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan saat ini Indonesia tengah mengalami bonus demografi yang telah berlangsung sejak 2012. Bonus demografi ini akan mencapai puncaknya pada 2028-2030. Bagi perekonomian, BPS menilai, bonus demografi menyumbang hingga sepertiga dari pertumbuhan ekonomi.

"Kami meyakini transformasi yang kami lakukan mampu menggarap potensi dari aflluent market, generasi milenial, dan berkah bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia," kata Eko.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Potret Kinerja Bank...
Potret Kinerja Bank BTN di Kuartal III/2020 Saat Pandemi
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved