Sepertiga Pekerjaan di Inggris Terancam Digantikan Mesin

Jum'at, 24 Maret 2017 - 15:40 WIB
Sepertiga Pekerjaan...
Sepertiga Pekerjaan di Inggris Terancam Digantikan Mesin
A A A
LONDON - Sepertiga dari total keseluruhan pekerjaan di Inggris sangat berisiko hilang digantikan mesin dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, seperti diungkapkan penelitian terbaru. Namun ada kemungkinana bahwa teknologi yang berhubungan dengan kecerdasan buatan bakal menciptakan pekerjaan baru, berdasarkan penelitian dari Lembaga konsultan internasional Pricewaterhouse Cooper (PwC).

Kehadirannya diyakini otomatisasi akan meningkatkan produktivitas dan keuntungan secara keseluruhan, seperti dilansir cityam, Jumat (24/3/2017). Sementara risiko kehadiran otomatisasi pekerjaan di Jerman dan Amerika Serikat lebih rendah pada kisaran 35% dan 38% untuk masing-masing, ketika justru lebih tinggi dari Jepang yang hanya 21%.

Sektor yang paling berisiko digantikan mesin di antaranya transportasi, manufaktur, retail dan material. Meski begitu beberapa elemen interaksi manusia menjadi poin penting dan tak tergantikan di sektor kesehatan dan pekerjaan sosial. Hal ini membuat pekerja laki-laki lebih rentan tergantikan oleh otomatisasi dengan perkiraan mencapai sebesar 35% dibandingkan perempuan 26%.

Perempuan yang bekerja sebagai pengajar dan kesehatan punya kecenderungan lebih terjaga dari kehadiran otomatisasi, sedangkan untuk pria dalam sektor transportasi dan manufaktur. Risiko lebih tinggi untuk digantikan bagi mereka dengan pendidikan yang lebih rendah lewat persentase 46% dibandingkan hanya 12% untuk mereka yang setidaknya bergelar sarjana.

"Tidak diragukan lagi bahwa AI dan Robotika akan menyeimbangkan pekerjaan di masa depan, dan beberapa lebih rentan daripada yang lainnya. Apa yang penting adalah memastikan bahwa potensi keuntungan dari otomatisasi, merata di masyarakat dan tidak ada yang dirugikan," ucap Kepala Teknologi dan Investasi PwC Jon Andrews.

"Dibutuhkan bos yang bertanggung jawab untuk memastikan mereka mendorong fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi, sehingga kita semua siap untuk perubahan. Keterampilan menjadi sesuatu yang berharga di masa depan, kreatif dan berpikir kritis serta kecerdasan emosional," sambungnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
16 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved