Kisruh Pabrik Semen Rembang Diminta Tak Dipolitisasi

Jum'at, 24 Maret 2017 - 17:35 WIB
Kisruh Pabrik Semen...
Kisruh Pabrik Semen Rembang Diminta Tak Dipolitisasi
A A A
JAKARTA - Pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang dikhawatirkan jadi korban dari kepentingan politik kalangan tertentu. Padahal, proyek strategis pemerintah dengan menggelontorkan investasi hingga Rp 4 triliun tersebut turut mensejahterakan masyarakat setempat.

"Jangan sampai pabrik Semen Rembang dikorbankan karena kepentingan politik. Kami minta jangan ada politisasi, toh manfaat pabrik semen ini juga dirasakan masyarakat setempat," kata Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra (Wasekjen) Gerindra, Andre Rosiade lewat keterangan resmi di Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Dia menambahkan kekhawatiran petani Pegunungan Kendeng bahwa keberadaan pabrik Semen Indonesia merusak lingkungan kurang beralasan. Sebab selama ini PT Semen Indonesia di Rembang belum melakukan kegiatan penambangan.

Dalam kenyataannya, menurut dia penambangan itu justru sudah terjadi sejak lama jauh sebelum Semen Rembang datang. Penambangan dilakukan beberapa perusahaan swasta yang memegang Izin Usaha Penambangan (IUP).

Terang Andre kawasan atau Zona Kendeng berada jauh dari Zona Rembang yang menjadi lokasi pembangunan dan atau rencana penambangan PT Semen Indonesia. Fakta demikian semestinya disampaikan dengan jelas agar publik tercerahkan. "Ke depan, sambil melakukan pendekatan ke masyarakat ini perlu disampaikan. Kita juga minta jangan ada pembelokan atau politisasi warga Kendeng," sambungnya

Mengenai aksi warga Pegunungan Kendeng dengan mengecor kaki menggunakan semen, dari informasi yang berkembang, patut diduga ada pihak-pihak tertentu yang memobilisasi. Karena itu ia meminta Polri menyelidiki isu tersebut. "Kita meminta Polri menyelidiki apakah benar isu yang berkembang bahwa aksi itu ada yang memobilisasi, ada yang menggerakkan dalam rangka persaingan bisnis," ujar dia.

"Ini kan sangat jelas, pembangunan pabrik dibangun di Rembang tapi yang demo warga Pati. Dan lagi belum ada penambangan oleh Semen Rembang. Kalau untuk aksi 212 polisi bekerja cepat, kenapa untuk Semen Rembang lambat?," ungka Andre

Lebih lanjut diterangkan olehnya penyelidikan ini penting dilakukan untuk mengenai apakah benar aksi cor kaki dengan semen ada yang menggerakkan, memobilisasi dan mendanai. Termasuk kemungkinan adanya persaingan bisnis pabrik serupa di Pati. "Kita minta Presiden Jokowi untuk fokus bisa menyelamatkan investasi pemerintah di Rembang berikut efek pembangunan pabrik untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dihadiri Direksi SIG,...
Dihadiri Direksi SIG, Tudang Sipulung PT Semen Tonasa Berlangsung Semarak
Pendapatan Tergerus,...
Pendapatan Tergerus, Laba Semen Indonesia Naik Tipis jadi Rp450 M
Ini Inovasi Mitra Binaan...
Ini Inovasi Mitra Binaan SIG Guna Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
SIG Kenalkan Metode...
SIG Kenalkan Metode Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Jatim Environment Exhibition & Forum 2022
Mampu Tumbuh saat Pandemi,...
Mampu Tumbuh saat Pandemi, Bos SIG Diganjar Penghargaan Best CEO
Januari-September 2020,...
Januari-September 2020, SIG Bukukan Laba Bersih Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved