Kisruh Pabrik Semen Rembang Diminta Tak Dipolitisasi
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang dikhawatirkan jadi korban dari kepentingan politik kalangan tertentu. Padahal, proyek strategis pemerintah dengan menggelontorkan investasi hingga Rp 4 triliun tersebut turut mensejahterakan masyarakat setempat.
"Jangan sampai pabrik Semen Rembang dikorbankan karena kepentingan politik. Kami minta jangan ada politisasi, toh manfaat pabrik semen ini juga dirasakan masyarakat setempat," kata Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra (Wasekjen) Gerindra, Andre Rosiade lewat keterangan resmi di Jakarta, Jumat (24/3/2017).
Dia menambahkan kekhawatiran petani Pegunungan Kendeng bahwa keberadaan pabrik Semen Indonesia merusak lingkungan kurang beralasan. Sebab selama ini PT Semen Indonesia di Rembang belum melakukan kegiatan penambangan.
Dalam kenyataannya, menurut dia penambangan itu justru sudah terjadi sejak lama jauh sebelum Semen Rembang datang. Penambangan dilakukan beberapa perusahaan swasta yang memegang Izin Usaha Penambangan (IUP).
Terang Andre kawasan atau Zona Kendeng berada jauh dari Zona Rembang yang menjadi lokasi pembangunan dan atau rencana penambangan PT Semen Indonesia. Fakta demikian semestinya disampaikan dengan jelas agar publik tercerahkan. "Ke depan, sambil melakukan pendekatan ke masyarakat ini perlu disampaikan. Kita juga minta jangan ada pembelokan atau politisasi warga Kendeng," sambungnya
Mengenai aksi warga Pegunungan Kendeng dengan mengecor kaki menggunakan semen, dari informasi yang berkembang, patut diduga ada pihak-pihak tertentu yang memobilisasi. Karena itu ia meminta Polri menyelidiki isu tersebut. "Kita meminta Polri menyelidiki apakah benar isu yang berkembang bahwa aksi itu ada yang memobilisasi, ada yang menggerakkan dalam rangka persaingan bisnis," ujar dia.
"Ini kan sangat jelas, pembangunan pabrik dibangun di Rembang tapi yang demo warga Pati. Dan lagi belum ada penambangan oleh Semen Rembang. Kalau untuk aksi 212 polisi bekerja cepat, kenapa untuk Semen Rembang lambat?," ungka Andre
Lebih lanjut diterangkan olehnya penyelidikan ini penting dilakukan untuk mengenai apakah benar aksi cor kaki dengan semen ada yang menggerakkan, memobilisasi dan mendanai. Termasuk kemungkinan adanya persaingan bisnis pabrik serupa di Pati. "Kita minta Presiden Jokowi untuk fokus bisa menyelamatkan investasi pemerintah di Rembang berikut efek pembangunan pabrik untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
"Jangan sampai pabrik Semen Rembang dikorbankan karena kepentingan politik. Kami minta jangan ada politisasi, toh manfaat pabrik semen ini juga dirasakan masyarakat setempat," kata Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra (Wasekjen) Gerindra, Andre Rosiade lewat keterangan resmi di Jakarta, Jumat (24/3/2017).
Dia menambahkan kekhawatiran petani Pegunungan Kendeng bahwa keberadaan pabrik Semen Indonesia merusak lingkungan kurang beralasan. Sebab selama ini PT Semen Indonesia di Rembang belum melakukan kegiatan penambangan.
Dalam kenyataannya, menurut dia penambangan itu justru sudah terjadi sejak lama jauh sebelum Semen Rembang datang. Penambangan dilakukan beberapa perusahaan swasta yang memegang Izin Usaha Penambangan (IUP).
Terang Andre kawasan atau Zona Kendeng berada jauh dari Zona Rembang yang menjadi lokasi pembangunan dan atau rencana penambangan PT Semen Indonesia. Fakta demikian semestinya disampaikan dengan jelas agar publik tercerahkan. "Ke depan, sambil melakukan pendekatan ke masyarakat ini perlu disampaikan. Kita juga minta jangan ada pembelokan atau politisasi warga Kendeng," sambungnya
Mengenai aksi warga Pegunungan Kendeng dengan mengecor kaki menggunakan semen, dari informasi yang berkembang, patut diduga ada pihak-pihak tertentu yang memobilisasi. Karena itu ia meminta Polri menyelidiki isu tersebut. "Kita meminta Polri menyelidiki apakah benar isu yang berkembang bahwa aksi itu ada yang memobilisasi, ada yang menggerakkan dalam rangka persaingan bisnis," ujar dia.
"Ini kan sangat jelas, pembangunan pabrik dibangun di Rembang tapi yang demo warga Pati. Dan lagi belum ada penambangan oleh Semen Rembang. Kalau untuk aksi 212 polisi bekerja cepat, kenapa untuk Semen Rembang lambat?," ungka Andre
Lebih lanjut diterangkan olehnya penyelidikan ini penting dilakukan untuk mengenai apakah benar aksi cor kaki dengan semen ada yang menggerakkan, memobilisasi dan mendanai. Termasuk kemungkinan adanya persaingan bisnis pabrik serupa di Pati. "Kita minta Presiden Jokowi untuk fokus bisa menyelamatkan investasi pemerintah di Rembang berikut efek pembangunan pabrik untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
(akr)