Uni Eropa Minta Inggris Bayar Biaya Cerai Rp861 Triliun

Sabtu, 25 Maret 2017 - 20:58 WIB
Uni Eropa Minta Inggris...
Uni Eropa Minta Inggris Bayar Biaya Cerai Rp861 Triliun
A A A
BRUSSELS - Komisi Eropa sepertinya belum “move on” atas keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa atau yang dikenal dengan istilah Brexit. Melansir dari BBC, Sabtu (25/3/2017), Komisi Eropa menyatakan Negeri Ratu Elizabeth II harus membayar biaya keluar sebelum mereka benar-benar meninggalkan Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa Inggris Raya tidak bisa berpura-pura bahwa mereka tidak pernah menjadi anggota Uni Eropa. “Pemerintah dan Parlemen Inggris harus menghormati komitmen dalam keanggotaan Uni Eropa. Ini bukan hukuman atau sanksi terhadap Inggris,” kata Juncker.

Pejabat Uni Eropa sendiri sedang membuat perangkat hukum atau RUU soal denda ini. Inggris harus membayar “biaya cerai” sebesar 60 miliar euro atau setara Rp861 triliun (estimasi kurs Rp14.364/EUR). Biaya sebesar itu, kata Uni Eropa, termasuk utang Inggris yang belum dibayar.

Kepala Negosiasi Brexit untuk Uni Eropa, Michael Barnier kesal atas hukuman tersebut. “Ketika sebuah negara meninggalkan serikat, tidak boleh ada hukuman. Tidak ada harga yang harus dibayar untuk pergi. Karena Inggris juga tidak pernah setuju untuk menggunakan euro sebagai mata uang tunggal,” katanya seperti dikutip CNBC, Sabtu (25/3).

Senada dengan Barnier, London juga marah atas biaya yang dikenakan atas perceraian mereka dengan Uni Eropa. Bahkan semua menteri dalam Kabinet Inggris kompak menolak gagasan pembayaran denda itu. Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond mengatakan negaranya tidak akan mau membayar denda yang dikenakan Uni Eropa. Sedangkan Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox mengatakan RUU itu tidak masuk akal.

Inggris Raya sendiri mulai Rabu depan akan memulai implementasi dari Brexit. Namun Uni Eropa ingin mereka membayar biaya keluar dari serikat sebelum benar-benar hengkang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Respon Blokade Kerang,...
Respon Blokade Kerang, Inggris Dilaporkan akan Deklarasikan 'Perang Air' Terhadap UE
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
9 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
9 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
9 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
10 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
10 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved