Bank Dunia Setujui Rp2,6 Triliun untuk Dukung Infrastruktur Indonesia

Sabtu, 25 Maret 2017 - 21:36 WIB
Bank Dunia Setujui Rp2,6...
Bank Dunia Setujui Rp2,6 Triliun untuk Dukung Infrastruktur Indonesia
A A A
JAKARTA - Badan Direksi Eksekutif Bank Dunia hari ini menyetujui pendanaan sebesar USD200 juta atau setara Rp2,6 triliun (Rp13.293/USD) untuk mendukung investasi infrastruktur oleh sektor swasta di Indonesia. Sebuah negara dengan ekonomi yang sedang berkembang dan memerlukan pembiayaan infrastruktur.

Pendanaan ini akan mendukung institusi swasta non-bank, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Bank Dunia dan the International Finance Corporation (IFC) sebelumnya pernah mendanai PT IIF yang memfasilitasi pembiayaan bagi proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial di Indonesia.

“Ada kebutuhan besar melakukan investasi untuk infrastruktur dan penduduk Indonesia, seiring perjalanannya menjadi negara berpenghasilan tinggi yang sejahtera. Infrastruktur yang lebih baik meningkatkan daya saing barang dan jasa, juga memperluas akses layanan dasar yang akan membawa manfaat bagi masyarakat termiskin,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves dalam siaran pers, Sabtu (25/3/2017).

Indonesia menghadapi kekurangan pendanaan infrastruktur sekitar USD60 miliar per tahun. Negara mengalami kerugian setara lebih dari 1% PDB akibat kurangnya investasi infrastruktur.

Dia melanjutkan, Infrastruktur yang terbatas, juga logistik dan transportasi yang kurang baik, telah mengakibatkan kemacetan di jalan, keterbatasan energi, dan pertumbuhan usaha yang lebih lambat. Buruknya kualitas layanan air dan sanitasi juga mengakibatkan masalah kesehatan.

Pendanaan tambahan akan membantu PT IIF mendanai proyek infrastruktur yang lebih besar dengan jangka waktu yang lebih panjang, serta meningkatkan operasional ekuitas perusahaan tersebut.

“Pasar infrastruktur Indonesia perlu modal jangka panjang yang berkelanjutan, khususnya pinjaman jangka panjang dalam rupiah, untuk memastikan agar proyek-proyek infrastruktur bisa bertahan secara finansial. Semakin diakui bahwa pendanaan pemerintah saja tidak akan cukup untuk membiayai kekurangan infrastruktur,” tambah Lead Financial Sector Specialist Christopher Juan Costain.

Juan memaparkan, pada tahun 2009, Bank Dunia memberikan pendanaan sebesar USD100 juta kepada PT IIF. Dana tersebut telah dipakai untuk mengembangkan 18 proyek di sektor transportasi, listrik, energi terbarukan, dan telekomunikasi.

“Pendanaan tambahan ini akan mendukung visi jangka panjang kami untuk menjadi katalis utama pendanaan pengembangan infrastruktur di Indonesia, khususnya oleh sektor swasta. Partisipasi sektor swasta yang lebih kuat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek infrastruktur yang sangat besar di Indonesia,” ungkapnya.

Dukungan investasi infrastruktur merupakan salah satu komponen utama Kerangka Kerja kemitraan Negara Kelompok Bank Dunia di Indonesia, yang berfokus terhadap prioritas-prioritas pemerintah yang membawa dampak perubahan besar.

"Pemerintah telah meningkatkan upaya memperbaiki berbagai infrastruktur di seluruh Indonesia," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Infrastruktur...
Utang Infrastruktur RI Tembus Rp101 Triliun, Terbesar dari Bank Dunia
Bank Dunia Perkirakan...
Bank Dunia Perkirakan Kerusakan Infrastruktur di Ukraina Mencapai Rp861,1 Triliun
Dorong Konektivitas...
Dorong Konektivitas dan Pemerataan, BNI Gelontorkan Pembiayaan Triliunan ke Sektor Infrastruktur
Bank Mandiri Kucurkan...
Bank Mandiri Kucurkan Kredit Infrastruktur Rp301,77 Triliun di 2023
Infrastruktur Disiapkan,...
Infrastruktur Disiapkan, BI Percepat Penerbitan Rupiah Digital
Ajang Mendorong Perkembangan...
Ajang Mendorong Perkembangan Dunia Infrastruktur Indonesia
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
5 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
5 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
6 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
6 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
7 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved