Sri Mulyani: Harus Ada Kebijakan untuk Masyarakat Bawah di Perumahan

Senin, 27 Maret 2017 - 14:47 WIB
Sri Mulyani: Harus Ada...
Sri Mulyani: Harus Ada Kebijakan untuk Masyarakat Bawah di Perumahan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia membutuhkan sekitar 820.000 sampai 1 juta rumah per tahunnya. Jumlah ini berdasarkan pemetaan daya beli masyarakat dalam hal perumahan, mengingat kebutuhan papan saat ini menjadi hal penting untuk masyarakat.

Ani, begitu dia biasa disapa mengungkapkan, angka kebutuhan perumahan tersebut hanya mampu dipenuhi oleh kurang lebih 80% masyarakat, baik mereka yang bisa membiayai sendiri, maupun yang melalui intervensi pemerintah.

"Masyarakat kita, 40 persen yakni masyarakat teratas itu bisa mampu beli tanpa intervensi pemerintah. Tapi kalau kita punya populasi 100 persen, yang mampu beli rumah melalui pendapatan mereka sendiri, hanya 40 persen. 40 persen sisanya, mereka mampu beli tapi butuh subsidi," kata Ani di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (27/3/2017).

Sedangkan untuk 20% yang masyarakat tingkat bawah, lanjutnya, mereka bahkan tidak mampu membeli tanpa ada bantuan yang sangat substansial dari pemerintah. Karena mereka tidak memiliki biaya dan penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"20 persen masyarakat kita ekonominya ada di tingkat bawah. Itulah mengapa, perlu peran total dari pemerintah untuk subsidi tempat tinggal mereka," katanya.

Ani menjelaskan, bukan tidak mungkin akan ada kebijakan dari pemerintah untuk masyarakat menengah ke bawah dalam hal perumahan. Selama ini, dukungan pemerintah di sektor perumahan, dinilai sudah maksimal dengan program sejuta rumah. Namun masih banyak masyarakat yang belum merasakan dampaknya.

"Kita akan maksimalkan, di sini kebijakan pemerintah memang sangat dibutuhkan untuk mereka agar hidup lebih baik," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Beri Pinjaman...
Pemerintah Beri Pinjaman ke Perumnas Sebesar Rp650 Miliar
Sri Mulyani Rilis Aturan...
Sri Mulyani Rilis Aturan Rumah dan Pondok Bebas PPN, Catat Kriterianya!
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
Sri Mulyani Diminta...
Sri Mulyani Diminta Kembali Menjadi Menteri Keuangan oleh Prabowo Subianto
Duh! Masih Banyak Lho...
Duh! Masih Banyak Lho Masyarakat yang Tinggal di Pemukiman Kumuh
Pertemuan Menkeu dengan...
Pertemuan Menkeu dengan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
56 menit yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
2 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
2 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
13 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
13 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
15 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved