IHSG Tambah 41,32 Poin, Rupiah Masih Melemah di Rp13.319/USD
Rabu, 29 Maret 2017 - 12:32 WIB
IHSG Tambah 41,32 Poin, Rupiah Masih Melemah di Rp13.319/USD
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Rabu (29/3/2017) meningkat 41,32 poin atau 0,75% ke level 5.582.52. Sebelumnya, awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka naik 11,58 poin atau 0,21% ke level 5.552,78.
Sepuluh sektor saham berada di zona positif, dengan sektor aneka industri memimpin penguatan naik 1,89%, disusul sektor pertambangan bertambah 1,86%. Dari 394 saham yang diperdagangkan, 187 naik, 102 turun, dan 105 stagnan.
Transaksi bersih asing mencapai Rp413,42 miliar dengan aksi jual asing Rp1,44 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,85 triliun. Nett buying ini bukti capital inflow yang terus meningkat, seiring tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia yang cukup tinggi. Alhasil membuat IHSG berada di jalur positif.
Dari dalam negeri, rencana paket kebijakan ekonomi 15 yang akan memotong dwelling time menjadi pertanda positif bagi indeks dan semakin meningkatkan kepercayaan investor.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan di pasar spot, Rabu ini, turun tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.319 per USD. Pada awal perdagangan, rupiah di indeks Bloomberg dibuka turun 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.322 per US
Rupiah di indeks Yahoo Finance pada jeda siang ini turun 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp13.317 per USD. Awal perdagangan, rupiah dibuka jatuh 11 poin atau 0,08% menjadi Rp13.320 per USD.
Kenaikan dolar AS disebabkan oleh meningkatnya indeks kepercayaan konsumen di Negeri Paman Sam. Indeks kepercayaan konsumen pada Maret 2017 melompat 9,5 poin menjadi 125,6, sebuah angka tertinggi sejak Desember 2000. Hal tersebut mendongkrak USD naik 0,1% menjadi 99,754 DXY.
Sepuluh sektor saham berada di zona positif, dengan sektor aneka industri memimpin penguatan naik 1,89%, disusul sektor pertambangan bertambah 1,86%. Dari 394 saham yang diperdagangkan, 187 naik, 102 turun, dan 105 stagnan.
Transaksi bersih asing mencapai Rp413,42 miliar dengan aksi jual asing Rp1,44 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,85 triliun. Nett buying ini bukti capital inflow yang terus meningkat, seiring tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia yang cukup tinggi. Alhasil membuat IHSG berada di jalur positif.
Dari dalam negeri, rencana paket kebijakan ekonomi 15 yang akan memotong dwelling time menjadi pertanda positif bagi indeks dan semakin meningkatkan kepercayaan investor.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan di pasar spot, Rabu ini, turun tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.319 per USD. Pada awal perdagangan, rupiah di indeks Bloomberg dibuka turun 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.322 per US
Rupiah di indeks Yahoo Finance pada jeda siang ini turun 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp13.317 per USD. Awal perdagangan, rupiah dibuka jatuh 11 poin atau 0,08% menjadi Rp13.320 per USD.
Kenaikan dolar AS disebabkan oleh meningkatnya indeks kepercayaan konsumen di Negeri Paman Sam. Indeks kepercayaan konsumen pada Maret 2017 melompat 9,5 poin menjadi 125,6, sebuah angka tertinggi sejak Desember 2000. Hal tersebut mendongkrak USD naik 0,1% menjadi 99,754 DXY.
(ven)
Lihat Juga :