Ekonomi AS Mulai Sehat, Sri Mulyani Pantau Kebijakan Trump

Senin, 03 April 2017 - 14:44 WIB
Ekonomi AS Mulai Sehat,...
Ekonomi AS Mulai Sehat, Sri Mulyani Pantau Kebijakan Trump
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, perekonomian Amerika Serikat (AS) sudah terbilang sehat. Namun, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu AS memiliki Presiden yang kebijakannya kerap kontroversial yakni Donald Trump.

Wanita yang akrab disapa Ani ini menambahkan, Trump memiliki kebijakan yang sulit dicerna. Salah satunya dengan menaruh tiap keputusan di media sosial. "Kalau kita lihat, ekonomi Amerika sudah agak sehat. Sekarang, mereka punya Presiden yang susah karena kebijakannya ditaruh di Twitter terus," ujarnya di Jakarta, Senin (3/4/2017).

Salah satu kebijakan Trump yang menjadi sorotan yaitu proteksionisme. Langkah itu dinilainya dilakukan karena banyak negara yang ambil untung dari perdagangan dengan AS. "Proteksionisme, yang mengalami surplus akan dilihat apakah mereka memiliki daya kompetisi yang tidak fair ke Amerika? China, Kanada, Jerman, dan lain-lain," sambung dua.

Sementara menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi China saat ini padahal sudah tidak setinggi puluhan tahun lalu. Pada era Orde Baru, perekonomian China stabil di level 7%. "Zaman Pak Harto 7% selama 30 tahun. China enggak mungkin bertumbuh dengan cara yang sama," paparnya.

Menurut dia kekuatan ekonomi dunia mulai meredup sejak 2013. Sampai saat ini, banyak negara masih kehilangan daya dorong terhadap pertumbuhan perekonomiannya. "Ekonomi dunia mulai tahun 2013 kehilangan daya dorong mesin pertumbuhannya," ungkapnya dalam seminar yang bertajuk “Kondisi Ekonomi Tahun 2017 dan Tantangannya bagi UMKM" yang diselenggarakan YDBA Astra.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
1 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
9 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
10 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
10 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
10 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
10 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved