Kinerja Membaik, PLN Bukukan Laba Bersih Rp10,5 Triliun
Senin, 03 April 2017 - 17:27 WIB
Kinerja Membaik, PLN Bukukan Laba Bersih Rp10,5 Triliun
A
A
A
YOGYAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membukukan laba bersih sebesar Rp10,5 triliun. Jumlah tersebut sebenarnya lebih rendah dibanding dengan 2015 sebesar Rp15,6 triliun. Namun pada 2015, PLN belum menerapkan implementasi standar akuntansi keuangan (ISAK) 8.
Kepala Satuan Komunikasi Korporat I Made Suprateka menyampaikan perbaikan kinerja PLN pada periode 2016 mampu mengantarkan PLN meraih laba cukup bagus. Hal ini dibukukan seiring dengan meningkatnya produksi listrik, beban usaha perusahaan naik sebesar Rp8,2 triliun atau 3,32% menjadi Rp254,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp246,3 triliun.
"Pertumbuhan beban usaha tahun 2016 lebih kecil dibanding pertumbuhan kWh jual karena PLN terus melakukan program efisiensi," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (3/4/2017).
Memang, melalui substitusi penggunaan bahan bakar minyak/BBM dengan penggunaan batubara/energi primer lain yang lebih murah, dan pengendalian biaya bukan bahan bakar. Sehingga subtitusi ini mampu mengurangi pengeluaran PLN.
Efisiensi terbesar terlihat dari berkurangnya biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp12,3 triliun sehingga pada 2016 menjadi Rp22,8 trilliun atau 35,03% dari tahun sebelumnya Rp35,0 trilliun, terutama dikarenakan penurunan konsumsi BBM 0,8 juta kilo liter, sehingga volume pemakaian sampai dengan 2016 sebesar 4,7 juta kilo liter.
Selain itu, PLN mencatat Earning Befor Interest Tax, Depreciation, adn Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga utang dan pajak 2016 sebesar Rp58,07 triliun, naik sebesar Rp6,4 triliun dibandingkan dengan 2015 sebesar Rp51,67 triliun.
"Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan PLN dalam berinvestasi dengan dana internal dan kemampuan untuk mengembalikan pinjaman," terangnya.
Kepala Satuan Komunikasi Korporat I Made Suprateka menyampaikan perbaikan kinerja PLN pada periode 2016 mampu mengantarkan PLN meraih laba cukup bagus. Hal ini dibukukan seiring dengan meningkatnya produksi listrik, beban usaha perusahaan naik sebesar Rp8,2 triliun atau 3,32% menjadi Rp254,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp246,3 triliun.
"Pertumbuhan beban usaha tahun 2016 lebih kecil dibanding pertumbuhan kWh jual karena PLN terus melakukan program efisiensi," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (3/4/2017).
Memang, melalui substitusi penggunaan bahan bakar minyak/BBM dengan penggunaan batubara/energi primer lain yang lebih murah, dan pengendalian biaya bukan bahan bakar. Sehingga subtitusi ini mampu mengurangi pengeluaran PLN.
Efisiensi terbesar terlihat dari berkurangnya biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp12,3 triliun sehingga pada 2016 menjadi Rp22,8 trilliun atau 35,03% dari tahun sebelumnya Rp35,0 trilliun, terutama dikarenakan penurunan konsumsi BBM 0,8 juta kilo liter, sehingga volume pemakaian sampai dengan 2016 sebesar 4,7 juta kilo liter.
Selain itu, PLN mencatat Earning Befor Interest Tax, Depreciation, adn Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga utang dan pajak 2016 sebesar Rp58,07 triliun, naik sebesar Rp6,4 triliun dibandingkan dengan 2015 sebesar Rp51,67 triliun.
"Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan PLN dalam berinvestasi dengan dana internal dan kemampuan untuk mengembalikan pinjaman," terangnya.
(dmd)
Lihat Juga :