Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Jum'at, 17 Juli 2026 - 15:55 WIB
loading...
Ketegangan di Timur Tengah resmi memasuki fase paling berbahaya yang mengancam stabilitas ekonomi global. Foto/Dok Discovery Alert.
A
A
A
JAKARTA - Ketegangan di Timur Tengah resmi memasuki fase paling berbahaya yang mengancam stabilitas ekonomi global . Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran baru saja merilis peringatan mengerikan bahwa seluruh jalur ekspor minyak dan gas di kawasan Teluk akan diblokir total jika Amerika Serikat (AS) terus berupaya mengendalikan Selat Hormuz .
Dalam pernyataan resminya pada Selasa waktu setempat, Teheran mengeluarkan ultimatum yang membuat pasar energi dunia terguncang hebat. "Ekspor minyak dan gas regional adalah untuk semua orang, atau tidak sama sekali (Oil for everyone or no one)," tegas perwakilan IRGC sembari menuduh Washington bertindak layaknya 'bajak laut' yang membatasi arus energi global.
Ancaman lisan ini bukan gertakan semata. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, IRGC mengklaim telah meluncurkan gelombang serangan kelima dalam "Operasi Nasr-2" yang menargetkan langsung infrastruktur militer vital milik AS di Bahrain-pangkalan utama Armada Kelima (Fifth Fleet) Angkatan Laut AS di Teluk Persia.
Baca Juga: AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Menurut laporan pihak Iran, serangan subuh tersebut berhasil menghancurkan beberapa titik krusial Amerika, meliputi Pusat manajemen NSA (National Security Agency) dan pusat komando kendali militer.
Dalam pernyataan resminya pada Selasa waktu setempat, Teheran mengeluarkan ultimatum yang membuat pasar energi dunia terguncang hebat. "Ekspor minyak dan gas regional adalah untuk semua orang, atau tidak sama sekali (Oil for everyone or no one)," tegas perwakilan IRGC sembari menuduh Washington bertindak layaknya 'bajak laut' yang membatasi arus energi global.
Ancaman lisan ini bukan gertakan semata. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, IRGC mengklaim telah meluncurkan gelombang serangan kelima dalam "Operasi Nasr-2" yang menargetkan langsung infrastruktur militer vital milik AS di Bahrain-pangkalan utama Armada Kelima (Fifth Fleet) Angkatan Laut AS di Teluk Persia.
Baca Juga: AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Menurut laporan pihak Iran, serangan subuh tersebut berhasil menghancurkan beberapa titik krusial Amerika, meliputi Pusat manajemen NSA (National Security Agency) dan pusat komando kendali militer.
Lihat Juga :