Karts Watuputih Bisa Ditambang Semen Rembang

Selasa, 04 April 2017 - 21:40 WIB
Karts Watuputih Bisa...
Karts Watuputih Bisa Ditambang Semen Rembang
A A A
JAKARTA - Pakar Geologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Agus Hendratno mengungkapkan, penambangan karst atau batu gamping sebagai bahan baku semen di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Rembang, Jawa Tengah, secara kualitas tidak bermasalah terhadap lingkungan.

Pabrik PT Semen Indonesia (Semen Rembang) sesuai izin lingkungannya berencana akan melakukan penambangan di CAT Watuputih. Namun meski begitu, Semen Rembang mendapat penolakan dari segelintir orang. Agus berpendapat, jika diteliti berdasarkan ilmu geologi, kandungan CaCo3 karst di CAT Watuputih masih amat jauh di bawah standar kualitas kelayakan.

"Kualitas karst di Rembang, kalau dari kandungan calcium carbonat (CaCo3), dari penelitian masih jauh di bawah rata-rata sempurna," ucap Agus dalam rilis yang diterima SINDOnews, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Justru sebaliknya, Agus menuturkan, kualitas karst di wilayah Tambakromo, Pati, kualitasnya amat lebih baik dibandingkan di CAT Watuputih.

"Di sana, Tambakromo, Pati, kandungan CaCo3 karst di atas 90," ujar Agus yang juga sebagai pendamping tim KSP dan KLHS Pegunungan Kendeng saat melakukan peninjauan ke areal penambangan di Rembang.

Menurut Agus, kalau kandungan CaCo3 karst telah hampir mencapai angka 100, itu menandakan larutannya sempurna. Dengan begitu riskan untuk di tambang. Belum lagi berdasarkan temuan yang ada, Agus menyebutkan, di kawasan Tambakromo, Pati, diketahui adanya aliran sungai bawah tanah yang memiliki kemanfaatan besar.

Atas dasar kandungan geologis itu pula, kata Agus, yang membuat Semen Rembang awalnya bakal menambang karst di Pati menjadi hengkang sebab dikhawatirkan merusak lingkungan.

"Nah, kalau karst di Rembang itu ada campurannya. Karst CAT Watuputih bercampur dengan pasir kuarsa. Biasa digunakan juga untuk pembuatan gelas, keramik," beber Agus.

Rencana penambangan karst Semen Rembang di CAT Watuputih mendapat penolakan segelintir orang karena dianggap akan merusak lingkungan dan stabilitas air tanah sebagai sumber pertanian.

Kendati begitu, amdal Semen Rembang kembali dinyatakan layak pada awal Februari lalu oleh 12 pakar dan direkomendasikan bisa diterbitkan kembali izin lingkungannya. Izin lingkungan Semen Rembang sebelumnya telah dicabut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sesuai putusan MA berdasarkan gugatan yang dilakukan sekelompok orang itu.

Baru-baru ini, Kementerian ESDM dalam surat jawabannya kepada Kementerian LHK juga menyatakan bahwa dari penelitian yang dilakukan Badan Geologi, tidak ditemukan adanya indikasi aliran sungai bawah tanah di CAT Watuputih.

Selain hal tadi, Agus juga mengungkapkan keheranannya terkait tidak adanya penolakan gencar dari kalangan masyarakat terhadap rencana pendirian pabrik semen milik swasta di Pati. "Padahal jelas kan mereka (pabrik semen swasta) menang di tingkat kasasi MA. Berbeda dengan kasus Semen Rembang," ujar Agus.

Selain itu, berdasarkan pengamatan yang ada, diketahui sejak tahun 1990 sudah ada penambangan dari 18 industri swasta lain di wilayah CAT Watuputih. Kendati begitu, kondisi tersebut tidak ditentang kalangan masyarakat.

"Nah, Semen Rembang belum menambang sudah ditolak, sudah ramai kabarnya, sudah ada perlawanan," pungkas Agus.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dihadiri Direksi SIG,...
Dihadiri Direksi SIG, Tudang Sipulung PT Semen Tonasa Berlangsung Semarak
Pendapatan Tergerus,...
Pendapatan Tergerus, Laba Semen Indonesia Naik Tipis jadi Rp450 M
Ini Inovasi Mitra Binaan...
Ini Inovasi Mitra Binaan SIG Guna Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
SIG Kenalkan Metode...
SIG Kenalkan Metode Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Jatim Environment Exhibition & Forum 2022
Mampu Tumbuh saat Pandemi,...
Mampu Tumbuh saat Pandemi, Bos SIG Diganjar Penghargaan Best CEO
Januari-September 2020,...
Januari-September 2020, SIG Bukukan Laba Bersih Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
18 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
20 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
24 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
25 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved