Rupiah Menanti Momentum Pembalikan Arah Menguat
Kamis, 06 April 2017 - 08:58 WIB
Rupiah Menanti Momentum Pembalikan Arah Menguat
A
A
A
JAKARTA - Belum cukup positifnya sentimen yang ada membuat pergerakan rupiah masih cenderung mendatar. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi mulai terbatas sehingga, diharapkan rupiah dapat menemukan momentum pembalikan arah menguat. Apalagi, pergerakan USD sedang melemah terlibas oleh penguatan JPY.
"Sehingga rupiah pun diharapkan dapat memanfaatkan momen tersebut. Tetap mencermati berbagai macam sentimen terhadap rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (6/4/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.345/USD dan resisten Rp13.316/USD. Sementara, meski laju USD kembali melemah, namun tidak membuat laju mata uang Garuda menguat karena terimbangi dengan kembali melonjaknya JPY (Yen Jepang).
Laju pelemahan USD setelah terkena sentimen negatif dari aksi Korea Utara yang meluncurkan rudalnya jelang diadakannya pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Pelaku pasar masih menahan diri terhadap USD seiring penantian dari pertemuan tersebut.
Aksi ini terjadi setelah merespons pernyataan sebelumnya dari Presiden Trump yang menyampaikan akan alotnya pembicaraan kerjasama dagang antara Tiongkok dan AS. Ditambah dengan pernyataan Trump bahwa defisitnya neraca perdagangan AS disebabkan kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah negara mitra, termasuk Indonesia sehingga membuat pelaku pasar menghindari USD.
"Adanya sentimen positif dari ditandatanginya nota kesepahaman percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan aset BUMN oleh sejumlah pejabat negara tampaknya belum cukup menaikan rupiah," pungkasnya.
"Sehingga rupiah pun diharapkan dapat memanfaatkan momen tersebut. Tetap mencermati berbagai macam sentimen terhadap rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (6/4/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.345/USD dan resisten Rp13.316/USD. Sementara, meski laju USD kembali melemah, namun tidak membuat laju mata uang Garuda menguat karena terimbangi dengan kembali melonjaknya JPY (Yen Jepang).
Laju pelemahan USD setelah terkena sentimen negatif dari aksi Korea Utara yang meluncurkan rudalnya jelang diadakannya pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Pelaku pasar masih menahan diri terhadap USD seiring penantian dari pertemuan tersebut.
Aksi ini terjadi setelah merespons pernyataan sebelumnya dari Presiden Trump yang menyampaikan akan alotnya pembicaraan kerjasama dagang antara Tiongkok dan AS. Ditambah dengan pernyataan Trump bahwa defisitnya neraca perdagangan AS disebabkan kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah negara mitra, termasuk Indonesia sehingga membuat pelaku pasar menghindari USD.
"Adanya sentimen positif dari ditandatanginya nota kesepahaman percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan aset BUMN oleh sejumlah pejabat negara tampaknya belum cukup menaikan rupiah," pungkasnya.
(akr)