Laju Rupiah Hari Ini Berpeluang Melemah
Jum'at, 07 April 2017 - 08:27 WIB
Laju Rupiah Hari Ini Berpeluang Melemah
A
A
A
JAKARTA - Harapan terhadap pergerakan rupiah yang dapat menemukan momentum kenaikan tampaknya belum terwujud. Sehingga, kembali membuka peluang mengalami pelemahan.
"Apalagi, pergerakan USD kembali menguat setelah terimbas pelemahan EUR dan dapat mengimbangi laju JPY. Tetap mencermati berbagai macam sentimen terhadap rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (7/4/2017).
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.362/USD dan resisten Rp13.316/USD. Sempat menguat tipis, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan.
Pelaku pasar kembali bereaksi negatif setelah melihat pergerakan dari EUR yang melemah pascapernyataan ECB yang tidak akan mengubah kebijakannya dalam hal quantitative easing dan tingkat suku bunga rendah.
Padahal sebelumnya, laju rupiah berpotensi menguat dengan melemahnya laju USD dengan memfaktorkan pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump. Termasuk adanya proyeksi ADB terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Di mana pada 2017 (pertumbuhan ekonomi Indonesia) sebesar 5,1% dan 5,3% di 2018 serta adanya berita kerja sama konstruktif antara Indonesia dan Afghanistan belum sepenuhnya direspons positif oleh rupiah," pungkasnya.
"Apalagi, pergerakan USD kembali menguat setelah terimbas pelemahan EUR dan dapat mengimbangi laju JPY. Tetap mencermati berbagai macam sentimen terhadap rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (7/4/2017).
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.362/USD dan resisten Rp13.316/USD. Sempat menguat tipis, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan.
Pelaku pasar kembali bereaksi negatif setelah melihat pergerakan dari EUR yang melemah pascapernyataan ECB yang tidak akan mengubah kebijakannya dalam hal quantitative easing dan tingkat suku bunga rendah.
Padahal sebelumnya, laju rupiah berpotensi menguat dengan melemahnya laju USD dengan memfaktorkan pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump. Termasuk adanya proyeksi ADB terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Di mana pada 2017 (pertumbuhan ekonomi Indonesia) sebesar 5,1% dan 5,3% di 2018 serta adanya berita kerja sama konstruktif antara Indonesia dan Afghanistan belum sepenuhnya direspons positif oleh rupiah," pungkasnya.
(izz)