Kadin DKI: Perpindahan Ibu Kota Turunkan Daya Saing Iklim Usaha

Kamis, 13 April 2017 - 18:27 WIB
Kadin DKI: Perpindahan...
Kadin DKI: Perpindahan Ibu Kota Turunkan Daya Saing Iklim Usaha
A A A
JAKARTA - Wacana perpidahan ibu kota kembali mengemuka, setelah Presiden Joko Widodo memerintahkan Bappenas untuk melakukan kajian memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya di Kalimantan Tengah. Wacana ibu kota di Palangkaraya sendiri bukan hal baru. Pada 1957, Presiden Soekarno pernah memilih Palangkaraya sebagai alternatif ibu kota.

Dan di masa Presiden Soeharto, wacana pemindahan ibu kota sempat muncul dengan memindahkan pusat pemerintahan ke kawasan Jonggol Cairu di Bogor, Jawa Barat.

Di tengah mengemukanya wacana pemindahan ibu kota ke Palangkaraya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta mengatakan pemindahan ibu kota harus memerhatikan aspek ekonomi dan kebermanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ibu kota negara itu milik masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, karena sebagai pusat koordinasi, pusat komunikasi, dan pusat kebijakan. Jadi bukan sekadar kepentingan masyarakat Jakarta atau masyarakat Palangkaraya,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada SINDOnews, Kamis (13/4/2017).

Yang tidak kalah penting, sambung Sarman, pemindahan ibu kota juga harus mempertimbangkan dampak terhadap iklim usaha dan investasi. Karena Jakarta sudah 53 tahun ditetapkan sebagai ibu kota negara berdasarkan Undang-undang No. 10 tahun 1964.

Sepanjang periode berjalan, ratusan ribu perusahaan seperti PMA, PMDN, BUMN, swasta nasional berkantor pusat di Jakarta. Interaksi perusahaan tersebut dengan pemerintah pusat pun sangat tinggi, bukan sekadar mengurus perizinan juga soal kebijakan bisnis dan ekonomi.

Karena itu, Sarman mengatakan bila sampai dipindahkan ke Palangkaraya, kendati memerlukan waktu dan biaya, hal tersebut dapat menurunkan daya saing iklim usaha dan investasi. (Baca: Syarat Kota Layak Jadi Pusat Pemerintahan Baru )

Meski diakui, wacana pemindahan ini seiring dengan beban berat yang dipikul Jakarta. Yaitu sebagai pusat bisnis dan investasi, pusat keuangan, perdagangan, pariwisata, pusat pemerintahan sekaligus ibu kota. Sebagai pusat segala kegiatan, maka berdampak terhadap kemacetan lalu lintas yang parah, urbanisasi yang tinggi, hingga kesenjangan ekonomi dan ketimpangan sosial.

Namun kata Sarman, dengan seabrek permasalahan tadi, maka wacana pemindahan ibu kota ke Palangkaraya perlu dikaji kembali. Bukan hanya melihat faktor historis, juga harus memerhatikan sisi pengusaha.

“Jika pemerintah ingin memisahkan ibu kota negara dari pusat bisnis dan ekonomi, kami akan lebih setuju jika dipindahkan ke Jonggol misalnya. Atau ke Karawang, Purwakarta, atau mungkin Banten. Selain lahannya masih tersedia juga tidak terlalu jauh berinteraksi dengan pemerintah pusat,” terangnya.

Sehingga dengan tetap memelihara interaksi secara intens, juga akan efisien dan menekan biaya dari pelaku usaha. “Memang semuanya yang memutuskan pemerintah pusat tapi untuk mengambil kebijakan yang terbaik dan bermanfaat untuk masyarakat juga harus memerhatikan pelaku usaha,” pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kadin DKI Bidik Rp1...
Kadin DKI Bidik Rp1 M di Pop Up Festival dan Pesta Kriya
KADIN DKI Jakarta Dorong...
KADIN DKI Jakarta Dorong Solusi Konkret Dampak Regulasi Tambang terhadap Sektor Konstruksi
HUT ke-58, KADIN DKI...
HUT ke-58, KADIN DKI Jakarta Tanam Mangrove untuk Ekonomi Berkelanjutan
KADIN DKI Dukung Penyusunan...
KADIN DKI Dukung Penyusunan Kebijakan Pemprov DKI Bersama Stakeholder
Bermitra dengan JICA,...
Bermitra dengan JICA, Kadin DKI Wujudkan Investasi dan Perdagangan dengan Jepang
Kadin DKI dan BPJPH...
Kadin DKI dan BPJPH Bermitra Sertifikatkan Produk UMKM
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved