Permintaan Minyak Dunia Diperkirakan Melambat di Tahun Kedua
Jum'at, 14 April 2017 - 11:42 WIB
Permintaan Minyak Dunia Diperkirakan Melambat di Tahun Kedua
A
A
A
LONDON - Pertumbuhan permintaan minyak dunia diperkirakan masih akan melambat untuk tahun kedua beruntun, berdasarkan data International Energy Agency (IEA). Prediksi ini muncul setelah dalam beberapa tahun terakhir selalu terjadi kelebihan pasokan, bahkan tahun lalu hal itu mendorong produsen minyak utama untuk menyepakati upaya pembatasan produksi.
Seperti dilansir BBC, Jumat (14/4/2017) IEA mengatakan pasar minyak saat ini telah mendekati keseimbangan. Tetapi organisasi meramalkan bahwa pasokan minyak masih akan terus tumbuh dalam bulan-bulan mendatang, saat perusahaan minyak AS terus menggenjot produksi yang menahan penguatan minyak lebih tinggi. IEA berharapkan produksi Negara Non-OPEC yakni Amerika dan Rusia dapat melakukan pengurangan besar dalam produksi.
Pengurangan produksi diyakini bisa meningkat jika kedua negara itu turut berperan dengan mencapai sebesar 485,000 barel per hari pada 2017, untuk total 58,1 juta barel per hari. Produksi AS terus merangkak naik yang mencapai 9 juta barel per hari pada bulan Maret dari September yang lebih rendah menjadi 8,6 juta barel per hari. IEA mengatakan permintaan pada 2017 hanya sekitar 1,3 juta barel per hari hingga total sekitar 97.9 juta barel per hari.
Sementara OPEC merevisi proyeksi permintaan minyak dunia menjadi 1,27 juta barel per hari, atau naik 10 ribu barel per hari dari sebelumnya. Proyeksi ini tertuang dalam laporan bulanan minyak OPEC. Sebelumnya negara anggota OPEC membuat kesepakatan memangkas output sejak tahun lalu. Khusus pada Maret, pemangkasan produksi minyak tercatat melebihi kesepakatan.
Pemotongan produksi terjadi di tengah fluktuasi harga minyak. OPEC Reference Basket (OBR) turun 5,7% pada Maret menjadi USD 50,32 per barel. Jumlah konsumsi minyak pada tahun ini diharapkan mencapai 96.320.000 barel per hari, ketika kenaikan permintaan minyak diprediksi terutama dari negara di kawasan Asia termasuk India, diharapkan menjadi pendorong utama permintaan minyak diikuti China dan Amerika Serikat.
Seperti dilansir BBC, Jumat (14/4/2017) IEA mengatakan pasar minyak saat ini telah mendekati keseimbangan. Tetapi organisasi meramalkan bahwa pasokan minyak masih akan terus tumbuh dalam bulan-bulan mendatang, saat perusahaan minyak AS terus menggenjot produksi yang menahan penguatan minyak lebih tinggi. IEA berharapkan produksi Negara Non-OPEC yakni Amerika dan Rusia dapat melakukan pengurangan besar dalam produksi.
Pengurangan produksi diyakini bisa meningkat jika kedua negara itu turut berperan dengan mencapai sebesar 485,000 barel per hari pada 2017, untuk total 58,1 juta barel per hari. Produksi AS terus merangkak naik yang mencapai 9 juta barel per hari pada bulan Maret dari September yang lebih rendah menjadi 8,6 juta barel per hari. IEA mengatakan permintaan pada 2017 hanya sekitar 1,3 juta barel per hari hingga total sekitar 97.9 juta barel per hari.
Sementara OPEC merevisi proyeksi permintaan minyak dunia menjadi 1,27 juta barel per hari, atau naik 10 ribu barel per hari dari sebelumnya. Proyeksi ini tertuang dalam laporan bulanan minyak OPEC. Sebelumnya negara anggota OPEC membuat kesepakatan memangkas output sejak tahun lalu. Khusus pada Maret, pemangkasan produksi minyak tercatat melebihi kesepakatan.
Pemotongan produksi terjadi di tengah fluktuasi harga minyak. OPEC Reference Basket (OBR) turun 5,7% pada Maret menjadi USD 50,32 per barel. Jumlah konsumsi minyak pada tahun ini diharapkan mencapai 96.320.000 barel per hari, ketika kenaikan permintaan minyak diprediksi terutama dari negara di kawasan Asia termasuk India, diharapkan menjadi pendorong utama permintaan minyak diikuti China dan Amerika Serikat.
(akr)
Lihat Juga :