Dana IPO CSIS Mayoritas untuk Kembangkan Anak Usaha
Senin, 17 April 2017 - 12:51 WIB
Dana IPO CSIS Mayoritas untuk Kembangkan Anak Usaha
A
A
A
JAKARTA - Sesuai rencana, PT Cahaya Sakti Investindo Sukses (CSIS) akan menggunakan 78% dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) untuk modal kerja. Sisanya, sebanyak 10% untuk pembayaran sebagian pokok utang dan 12% untuk belanja modal (capital expenditure/capex).
Dana IPO tersebut paling banyak digunakan untuk modal kerja dalam mengembangkan anak usaha yakni PT Olympic Bangun Persada. Direktur Bisnis Cahayasakti Investindo Sukses Yannes Pasaribu mengatakan, Olympic sedang mengembangkan kawasan CBD di Bogor.
"Capex 78% akan buat jalankan infrastruktur Olympic fase I, 12% beli peralatan heavy equipment, truck, crane, dan lain-lain," ujarnya di Jakarta, Senin (17/4/2017). (Baca: Cahayasakti Investindo Tawarkan Saham Perdana Rp650-Rp960/Saham )
Adapun proyek properti yang akan dikembangkan yaitu kawasan CBD seluas 30 hektar di pusat kota Bogor yang dibagi menjadi tiga tahap. Fase I seluas 6 hektar akan mulai dibangun di awal kuartal ketiga tahun 2017, yang terdiri dari mall, hotel bintang 4, apartemen dan rumah sakit yang dirargetkan selesai pada 2020.
"Fase II dan selanjutnya akan dibangun secara bertahap mulai 2019. Di mana, CSIS akan menjadi main contractor dari proyek-proyek tersebut," kata Yannes.
Pada 2015, perusahaan mulai mengembangkan bisnisnya ke bidang konstruksi umum. Sejumlah proyek konstruksi yang telah dibangun adalah Hotel Olympic Renotel dan Condotel Olympic.
Dana IPO tersebut paling banyak digunakan untuk modal kerja dalam mengembangkan anak usaha yakni PT Olympic Bangun Persada. Direktur Bisnis Cahayasakti Investindo Sukses Yannes Pasaribu mengatakan, Olympic sedang mengembangkan kawasan CBD di Bogor.
"Capex 78% akan buat jalankan infrastruktur Olympic fase I, 12% beli peralatan heavy equipment, truck, crane, dan lain-lain," ujarnya di Jakarta, Senin (17/4/2017). (Baca: Cahayasakti Investindo Tawarkan Saham Perdana Rp650-Rp960/Saham )
Adapun proyek properti yang akan dikembangkan yaitu kawasan CBD seluas 30 hektar di pusat kota Bogor yang dibagi menjadi tiga tahap. Fase I seluas 6 hektar akan mulai dibangun di awal kuartal ketiga tahun 2017, yang terdiri dari mall, hotel bintang 4, apartemen dan rumah sakit yang dirargetkan selesai pada 2020.
"Fase II dan selanjutnya akan dibangun secara bertahap mulai 2019. Di mana, CSIS akan menjadi main contractor dari proyek-proyek tersebut," kata Yannes.
Pada 2015, perusahaan mulai mengembangkan bisnisnya ke bidang konstruksi umum. Sejumlah proyek konstruksi yang telah dibangun adalah Hotel Olympic Renotel dan Condotel Olympic.
(izz)
Lihat Juga :