Laba Airbus Terus Merosot di Tengah Masalah Teknis

Jum'at, 28 April 2017 - 13:00 WIB
Laba Airbus Terus Merosot...
Laba Airbus Terus Merosot di Tengah Masalah Teknis
A A A
TOULOUSE - Produsen pesawat yang berbasis di Toulouse, Prancis yakni Airbus masih mengalami masalah teknis terutama pada program pesawat militer A400M yang jauh dari selesai. Saat rapat kontrak, Airbus mengatakan masih mencoba mengamankan pesanan ekspor, pemotongan pengeluaran dan komersial eksposur.

Seperti dilansir BBC, Jumat (28/4/2017) pihak perusahaan menambahkan bahwa masalah teknis terkait mesin pesawat berpenumpang A320neo masih harus diselesaikan. Peringatan ini muncul, setelah laba Airbus masih merosot saat angka kuartal pertama tahun 2017 memperlihatkan penurunan laba bersih sebesar 52% menjadi 240 juta euro.

(Baca Juga: Laba Airbus Turun Terbebani Divisi Pesawat Militer )

Pesawat transportasi militer A400M telah mengalami sejumlah kemunduran selama bertahun-tahun, dan yang paling serius adalah kecelakaan saat tes penerbangan di Spanyol pada 2015 lalu hingga menyebabkan kematian empat kru. Tercatat total pendapatan sepanjang periode tiga bulan meningkat 7% hingga 13 miliar euro.

Airbus memprediksi tahun ini akan tetap berada di jalur untuk pengiriman lebih dari 700 pesawat komersial selama 2017, dibandingkan 2016 yang hanya sebanyak 688. "Aktivitas order baru pada kuartal pertama sangat rendah seperti yang diperkirakan, tapi jangan lupa kami telah memenuhi pesanan lebih dari 6.700 pesawat komersial untuk membuat tetap kuat. Program eksekusi tetap menjadi kunci semua bisnis kami," ucap Kepala Eksekutif Airbus Tom Enders.

Namun, Airbus telah terbebani oleh pelemahan harga karena perubahan model-model baru dan biaya produksi yang lebih tinggi. Dan perusahaan yang membuat sayap pesawatnya di Inggris, berharap pengiriman A320neo tidak lagi alami kejatuhan terutama pada akhir tahun. Podusen pesawat kelas dunia itu juga menekankan masalah teknis dengan mesin Pratt & Whitney perlu diselesaikan.

Direktur Keuangan Harald Wilhelm mengatakan bahwa kinerja mesin Turbofan tidak memuaskan yang ditunjukkan kepada perusahaan AS. Unit helikopter Airbus juga tergelincir, setelah kecelakaan saat mengangkut pekerja minyak lepas pantai 2016, lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Turbulensi...
Mengenal Turbulensi di Pesawat, Bisakah Bikin Kecelakaan?
Turbulensi Pesawat:...
Turbulensi Pesawat: Mengapa Ancaman Langit Ini Semakin Sering Terjadi?
10 Pesawat Ini Nekat...
10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!
Duh! Kalau Pesawat Jatuh,...
Duh! Kalau Pesawat Jatuh, Duduk di Mana Biar Selamat? Ini Kata Peneliti!
5 Negara yang Telah...
5 Negara yang Telah Menggunakan Pesawat Tempur Rafale, Indonesia Menyusul?
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Latih Tecnam P2006T yang Jatuh di BSD
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
2 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved