Deflasi Jakarta dan Manado Pengaruhi Inflasi Nasional

Selasa, 02 Mei 2017 - 14:58 WIB
Deflasi Jakarta dan...
Deflasi Jakarta dan Manado Pengaruhi Inflasi Nasional
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jakarta dan Manado sebagai dua kota yang mengalami deflasi, ketika biasanya kerap mencetak inflasi yang dipengaruhi lonjakan harga makanan. Namun April 2017, dua kota ini mengalami deflasi sebesar 0,02% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) masing-masing sebesar 127,97 dan 128,77 dipengaruhi adanya penurunan harga beberapa komoditas seperti bawang merah dan cabai merah serta tarif angkutan.

"Mereka deflasi meskipun yang terendah. Ini komoditas yang mempengaruhi hampir sama di level nasional ya. Untuk DKI Jakarta terjadi deflasi karena penurunan harga cabai merah, bawang merah, angkutan udara, minyak goreng dan daging sapi," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

(Baca Juga: Pemerintah Klaim Sukses Kendalikan Inflasi )

Untuk Manado, lanjutnya, juga nyaris sama. Namun penurunan harga cabai rawit di manado lebih tajam dibandingkan kota-kota lain. Dia menambahkan penurunan harga juga terjadi pada ikan-ikanan dan jeruk lemon.

"Tapi untuk secara umum, deflasi yang terjadi di DKI dan Manado itulah yang berikan pengaruh ke level nasional. Sehingga inflasi kita tidak terlalu tinggi untuk bulan April," pungkasnya.

Secara nasional, memang terjadi deflasi pada bahan makanan yang sebesar 1,13%. Angka ini ditopang dari harga cabai merah dan rawit sehingga memberi andil deflasi 0,09%. Bawang merah juga mengalami deflasi 0,08% dan beras pun juga mengalami deflasi 0,02%. Sedangkan untuk daging sapi, ikan, telur ayam ras dan minyak goreng, mengalami deflasi juga sebesar 0,01%.

Sementara Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,12 % kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,93%.

Selanjutnya kelompok sandang sebesar 0,49%, kelompok kesehatan sebesar 0,08%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03% dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,27%. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan 1,13%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Usai Deflasi Beruntun,...
Usai Deflasi Beruntun, Bulan Oktober 2020 Kembali Inflasi 0,07%
BPS Catat Inflasi 0,28...
BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020
Inflasi September 2025...
Inflasi September 2025 Capai 0,21%, Berikut Komoditas Pendorongnya
BPS: Deflasi Juni Cetak...
BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Deflasi Kembali Terjadi...
Deflasi Kembali Terjadi di Agustus 2020, BPS Catat Sebesar 0,05%
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
15 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
33 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved