Pola Penunjukan Direksi Pertamina oleh Rini Sebabkan Dualisme

Rabu, 03 Mei 2017 - 14:34 WIB
Pola Penunjukan Direksi...
Pola Penunjukan Direksi Pertamina oleh Rini Sebabkan Dualisme
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang membeberkan isu dualisme kepemimpinan di Pertamina. Menurutnya, pola penunjukan direksi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjadi salah satu penyebab adanya 'matahari kembar' di tubuh BUMN migas tersebut.

(Baca: Ahmad Bambang Buka-bukaan Soal Dualisme di Pertamina )

Dualisme kepemimpinan disebut-sebut menjadi alasan pencopotan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang dari tampuk kepemimpinannya di Pertamina. Mantan Dirut dan Wadirut tersebut dianggap sering tidak sejalan, sehingga menghambat kinerja perseroan.

Di era pemerintahan Jokowi, kata Abe, penunjukan seluruh direksi perusahaan pelat merah dikendalikan langsung‎ oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Hal ini menyebabkan, orang-orang yang ditunjuk terkadang berbeda pandangan satu sama lainnya.

"Karena konsepnya beda, Bu Rini polanya dia nunjuk semua. Konsekuensinya pasti beberapa yang enggak sejalan ya bisa beda. Tidak semua orang kan bisa sejalan," katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Lain halnya saat Menteri BUMN masih dijabat Dahlan Iskan. Menurutnya, Dahlan memberikan kewenangan Dirut untuk menunjuk langsung direksinya, sehingga Dirut bisa menunjuk orang-orang yang sekiranya memiliki pemikiran yang sejalan dengannya.

"Zaman Pak Dahlan itu kan konsepnya, Dirut yang ditunjuk menunjuk direksinya. Itu bagus untuk satu langkah. Tapi konsekuensinya tidak ada beda pendapat. Karena kalau tidak bisa dicopot," imbuh dia.

Sejatinya, lanjut Bambang, tidak sejalannya pemikiran antar direksi perusahaan pelat merah tidak hanya terjadi di Pertamina. Bahkan, Kementerian BUMN juga pernah mencopot Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena berbeda pendapat dengan direksi lainnya.

"‎Yang kayak gitu bukan hanya Pertamina. Anda bisa lihat Garuda ada Dirkeu langsung diganti baru sebentar. Kemudian Di WIKA juga gitu, cuma enggak jadi heboh. Yang heboh Pertamina. Kalau sebentar diganti berarti ada tim yang enggak cocok, karena pendekatannya beda tadi," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar 5 Kapolres Baru...
Daftar 5 Kapolres Baru Dilantik oleh Kapolda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved