Laju Penguatan Rupiah Diperkirakan Bakal Tertahan
Kamis, 04 Mei 2017 - 09:17 WIB
Laju Penguatan Rupiah Diperkirakan Bakal Tertahan
A
A
A
JAKARTA - Laju penguatan nilai tukar rupiah diharapkan dapat berlanjut, meski menurut Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada tetap harus diwaspadai tertahannya pergerakan mata uang Garuda seiring sentimen pertemuan FOMC The Fed. Menurutnya cermati berbagai sentimen yang ada terutama imbas pertemuan The Fed tersebut terhadap laju dolar Amerika Serikat (USD).
"Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.315/USD dan resisten Rp13.289/USD," ujar Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (4/5/2017).
(Baca Juga: Rupiah Ditutup Jaga Tren Positif, USD Naik Tipis )
Sementara, laju rupiah sebelumnya sempat tidak terduga mengalami lonjakan di mana mampu melampaui kisaran resisten Rp13.285-Rp13.280/USD dengan menyentuh resisten Rp13.155/USD. Dia menambahkan terapresiasinya rupiah seiring dengan imbas dirilisnya inflasi di hari sebelumnya.
Dia menambahkan serta munculnya sejumlah prediksi terkait akan terlampauinya perkiraan inflasi tahun ini melebihi 4% yang disumbang oleh kenaikan bertahap tarif dasar listrik (TDL) pada segmen 900VA. Di sisi lain, penguatan rupiah juga berbarengan dengan evaluasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap 225 proyek strategis nasional.
Lebih lanjut dia menerangkan tampaknya ada harapan positif dari pelaku pasar terkait perbaikan ekonomi melalui bergulirnya sejumlah proyek-proyek pemerintah. "Sementara itu, dari sisi inflasi tampaknya pelaku pasar tidak terlalu mengkhawatirkan akan naiknya infasi karena diiringi dengan naiknya permintaan di masyarakat yang menandakan secara bertahap daya beli masyarakat telah meningkat," pungkasnya.
"Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.315/USD dan resisten Rp13.289/USD," ujar Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (4/5/2017).
(Baca Juga: Rupiah Ditutup Jaga Tren Positif, USD Naik Tipis )
Sementara, laju rupiah sebelumnya sempat tidak terduga mengalami lonjakan di mana mampu melampaui kisaran resisten Rp13.285-Rp13.280/USD dengan menyentuh resisten Rp13.155/USD. Dia menambahkan terapresiasinya rupiah seiring dengan imbas dirilisnya inflasi di hari sebelumnya.
Dia menambahkan serta munculnya sejumlah prediksi terkait akan terlampauinya perkiraan inflasi tahun ini melebihi 4% yang disumbang oleh kenaikan bertahap tarif dasar listrik (TDL) pada segmen 900VA. Di sisi lain, penguatan rupiah juga berbarengan dengan evaluasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap 225 proyek strategis nasional.
Lebih lanjut dia menerangkan tampaknya ada harapan positif dari pelaku pasar terkait perbaikan ekonomi melalui bergulirnya sejumlah proyek-proyek pemerintah. "Sementara itu, dari sisi inflasi tampaknya pelaku pasar tidak terlalu mengkhawatirkan akan naiknya infasi karena diiringi dengan naiknya permintaan di masyarakat yang menandakan secara bertahap daya beli masyarakat telah meningkat," pungkasnya.
(akr)