Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh ke Posisi Terendah
Kamis, 04 Mei 2017 - 09:53 WIB
Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh ke Posisi Terendah
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia kehilangan pijakan pada perdagangan hari ini, untuk kemudian jatuh ke posisi terendah sejak akhir Maret. Sementara itu data menunjukkan persediaan minyak Amerika Serikat (AS) menurun di luar prediksi sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (4/5/2017) stok minyak AS jatuh dari yang diharapkan, sedangkan persediaan bensin tetap tumbuh saat permintaan melemah seperti disampaikan administrasi informasi energi. Penyusutan harga minyak terjadi saat kekhawatiran tentang pasokan global semakin meningkat.
Persediaan minyak mentah USOILC menyusut 930.000 barel dalam sepekan, namun lebih sedikit dari harapan analis dengan penurunan mencapai 2,3 juta barel. Saham energi terus menurun selama empat pekan terakhir.
Tercatat pada perdagangan hari ini, patokan minyak mentah Brent jatuh sebesar 15 sen atau setara dengan 0,3% menjadi USD50,64 per barel pada pukul 01.47 GMT. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) telah kehilangan 14 sen atau 0,3% ke level USD47,68 barel.
Sementara WTI mencapai titik terendah sejak 27 Maret pada posisi USD47,30 per barel dalam sesi terakhir. Sedangkan pada perdagangan tengah pekan kemarin, Selasa (2/5) Brent meluncur ke titik terendah sejak akhir Maret menjadi USD50,14 per barel.
"Data EIA (administrasi informasi energi) memperlihatkan stok AS jatuh hanya 930.000 barel menjadi 527.8 juta barel. Produksi minyak AS sebelumnay telah lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir," bunyi pernyataan ANZ.
Ketika pasar memantau persediaan minyak AS dan meningkatnya produksi, tidak ketinggalan investor juga fokus kepada negara-negara anggota OPEC apakah mematuhi kesepakatan tahun lalu terkait pengurangan produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd) hingga pertengahan tahun ini. Pasar berharap OPEC dan produsen lainnya memperpanjang batas waktu pemangkasan produksi ke paruh kedua tahun 2017.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (4/5/2017) stok minyak AS jatuh dari yang diharapkan, sedangkan persediaan bensin tetap tumbuh saat permintaan melemah seperti disampaikan administrasi informasi energi. Penyusutan harga minyak terjadi saat kekhawatiran tentang pasokan global semakin meningkat.
Persediaan minyak mentah USOILC menyusut 930.000 barel dalam sepekan, namun lebih sedikit dari harapan analis dengan penurunan mencapai 2,3 juta barel. Saham energi terus menurun selama empat pekan terakhir.
Tercatat pada perdagangan hari ini, patokan minyak mentah Brent jatuh sebesar 15 sen atau setara dengan 0,3% menjadi USD50,64 per barel pada pukul 01.47 GMT. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) telah kehilangan 14 sen atau 0,3% ke level USD47,68 barel.
Sementara WTI mencapai titik terendah sejak 27 Maret pada posisi USD47,30 per barel dalam sesi terakhir. Sedangkan pada perdagangan tengah pekan kemarin, Selasa (2/5) Brent meluncur ke titik terendah sejak akhir Maret menjadi USD50,14 per barel.
"Data EIA (administrasi informasi energi) memperlihatkan stok AS jatuh hanya 930.000 barel menjadi 527.8 juta barel. Produksi minyak AS sebelumnay telah lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir," bunyi pernyataan ANZ.
Ketika pasar memantau persediaan minyak AS dan meningkatnya produksi, tidak ketinggalan investor juga fokus kepada negara-negara anggota OPEC apakah mematuhi kesepakatan tahun lalu terkait pengurangan produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd) hingga pertengahan tahun ini. Pasar berharap OPEC dan produsen lainnya memperpanjang batas waktu pemangkasan produksi ke paruh kedua tahun 2017.
(akr)
Lihat Juga :