Pemerintah Efektifkan Anggaran Bangun 10 Sektor dan 30 Program
Kamis, 04 Mei 2017 - 21:59 WIB
Pemerintah Efektifkan Anggaran Bangun 10 Sektor dan 30 Program
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 akan fokus pada 10 Prioritas Nasional dengan 30 Program Prioritas. Dengan prioritas yang fokus dan kuat, pemerintah akan membuat kementerian hingga lembaga daerah dapat menerapkan prinsip money follow program.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan 10 Prioritas Nasional tersebut meliputi sektor Pendidikan, Kesehatan, Perumahan dan Permukiman, Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata, Ketahanan Energi, Ketahanan Pangan, Penanggulangan Kemiskinan, Infrastruktur, Konektivitas, dan Kemaritiman, Pembangunan Wilayah, serta Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan.
Di bawah 30 Program Prioritas terdapat proyek-proyek nasional. “Intinya, setelah menetapkan dan fokus pada 10 Prioritas Nasional, kita ingin alokasi anggaran benar-benar diarahkan mendukung pencapaian 10 Prioritas Nasional yang didukung 30 Program Prioritas itu,” tutur Bambang dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Bambang mencontohkan untuk Prioritas Nasional bidang kesehatan misalnya, terdapat tiga program prioritas yaitu Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, dan Preventif Promotif (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Sedangkan di bidang pendidikan, tidak semua program pendidikan menjadi program prioritas.
Untuk tahun 2018, pemerintah hanya menetapkan dua Program Prioritas, yaitu Pendidikan Vokasi dan Peningkatan Kualitas Guru. Pemerintah berharap program peningkatan kualitas guru, taraf dan kualitas pendidikan semakin membaik.
“Sedangkan dengan pendidikan vokasi kita ingin tenaga-tenaga terampil semakin banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja yang ada,” tutur Bambang.
Penetapan 10 Program Prioritas dalam RKP 2018, menurut Bambang, tidak terlepas dari arahan Presiden Joko Widodo agar perencanaan pembangunan dibuat lebih fokus dan mengedepankan prioritas. Sebagai sebuah terobosan baru, Bambang berharap 10 Prioritas Nasional dan 30 Program Prioritas dapat menjadi kunci untuk benar-benar mengintegrasikan kegiatan di satu Kementerian/Lembaga dengan Kementerian/Kembaga lain, begitu pula dengan daerah.
Bambang menambahkan untuk mendukung 10 Prioritas Nasional juga dilakukan pengarusutamaan (mainstreaming) Revolusi Mental, Kesetaraan Gender, Perubahan Iklim, Pemerataan dan Tata Kelola Pemerintahan yang baik.
Upaya mencapai 10 Prioritas Nasional dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga bersama Pemerintah Daerah serta terintegrasi melalui penetapan program, kegiatan, serta proyek prioritas yang menyebutkan lokasi kegiatannya. Menurut Bambang upaya ini juga dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai sumber pembiayaan dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah maupun BUMN dan swasta.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan 10 Prioritas Nasional tersebut meliputi sektor Pendidikan, Kesehatan, Perumahan dan Permukiman, Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata, Ketahanan Energi, Ketahanan Pangan, Penanggulangan Kemiskinan, Infrastruktur, Konektivitas, dan Kemaritiman, Pembangunan Wilayah, serta Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan.
Di bawah 30 Program Prioritas terdapat proyek-proyek nasional. “Intinya, setelah menetapkan dan fokus pada 10 Prioritas Nasional, kita ingin alokasi anggaran benar-benar diarahkan mendukung pencapaian 10 Prioritas Nasional yang didukung 30 Program Prioritas itu,” tutur Bambang dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Bambang mencontohkan untuk Prioritas Nasional bidang kesehatan misalnya, terdapat tiga program prioritas yaitu Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, dan Preventif Promotif (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Sedangkan di bidang pendidikan, tidak semua program pendidikan menjadi program prioritas.
Untuk tahun 2018, pemerintah hanya menetapkan dua Program Prioritas, yaitu Pendidikan Vokasi dan Peningkatan Kualitas Guru. Pemerintah berharap program peningkatan kualitas guru, taraf dan kualitas pendidikan semakin membaik.
“Sedangkan dengan pendidikan vokasi kita ingin tenaga-tenaga terampil semakin banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja yang ada,” tutur Bambang.
Penetapan 10 Program Prioritas dalam RKP 2018, menurut Bambang, tidak terlepas dari arahan Presiden Joko Widodo agar perencanaan pembangunan dibuat lebih fokus dan mengedepankan prioritas. Sebagai sebuah terobosan baru, Bambang berharap 10 Prioritas Nasional dan 30 Program Prioritas dapat menjadi kunci untuk benar-benar mengintegrasikan kegiatan di satu Kementerian/Lembaga dengan Kementerian/Kembaga lain, begitu pula dengan daerah.
Bambang menambahkan untuk mendukung 10 Prioritas Nasional juga dilakukan pengarusutamaan (mainstreaming) Revolusi Mental, Kesetaraan Gender, Perubahan Iklim, Pemerataan dan Tata Kelola Pemerintahan yang baik.
Upaya mencapai 10 Prioritas Nasional dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga bersama Pemerintah Daerah serta terintegrasi melalui penetapan program, kegiatan, serta proyek prioritas yang menyebutkan lokasi kegiatannya. Menurut Bambang upaya ini juga dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai sumber pembiayaan dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah maupun BUMN dan swasta.
(ven)
Lihat Juga :