Harga Minyak Dunia Merayap Naik Dibayangi Peningkatan Stok AS
Sabtu, 13 Mei 2017 - 08:18 WIB
Harga Minyak Dunia Merayap Naik Dibayangi Peningkatan Stok AS
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia sedikit lebih tinggi ketika persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) lebih rendah. Ditambah sentimen selanjutnya datang dari peningkatan dukungan kepada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dalam upaya memangkas produksi dengan harapan banjir pasokan global dapat dikurangi.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (23/5/2017) patokan harga minyak Internasional, Brent meningkat mencapai 7 sen pada level USD50,84 per barel, setelah dalam beberapa hari terakhir sempat merosot. Sementara harga minyak berjangka AS, WTI juga bertambah 1 sen menjadi USD47,84 per barel untuk menunjukkan tren positif.
Pada hari sebelumnya, harga minyak terus alami peningkatan lebih dari harapan secara mingguan di tengah persediaan minyak mentah AS yang berkurang 5,3 juta barel. Menurut analis hal itu akan membantu upaya pemotongan produksi yang dilakukan oleh OPEC maupun produsen minyak dunia lainnya sejak awal tahun untuk mengurangi banjir pasokan global.
OPEC dan produsen lain dijadwalkan bakal kembali menggelar pertemuan pada 25 Mei, mendatang untuk memutuskan apakah akan memperpanjang kebijakan pemotongan produksi hingga bulan November. Arab Saudi serta pemimpin OPEC lainnya berharap ekstensi akan tetap terjada hingga akhir 2017.
Sementara Commerzbank dalam sebuah catatan mengaku skeptis tentang kemampuan OPEC untuk mendukung harga minyak dalam jangka panjang. "Karena pemulihan cepat produksi minyak di AS. Serta sangat jelas bahwa OPEC memiliki keterbatasan pengaruh pada harga minyak dunia dengan hanya mengurangi pasokan," ungkapnya.
Rig minyak AS dalam 17 pekan menunjukkan pertambahan sehingga produksi minyak mentah AS telah meningkat lebih dari 10% sejak pertengahan 2016 mencapai sebesar 9,3 juta bpd, dekat dengan tingkat produsen top seperti Rusia dan Arab Saudi.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (23/5/2017) patokan harga minyak Internasional, Brent meningkat mencapai 7 sen pada level USD50,84 per barel, setelah dalam beberapa hari terakhir sempat merosot. Sementara harga minyak berjangka AS, WTI juga bertambah 1 sen menjadi USD47,84 per barel untuk menunjukkan tren positif.
Pada hari sebelumnya, harga minyak terus alami peningkatan lebih dari harapan secara mingguan di tengah persediaan minyak mentah AS yang berkurang 5,3 juta barel. Menurut analis hal itu akan membantu upaya pemotongan produksi yang dilakukan oleh OPEC maupun produsen minyak dunia lainnya sejak awal tahun untuk mengurangi banjir pasokan global.
OPEC dan produsen lain dijadwalkan bakal kembali menggelar pertemuan pada 25 Mei, mendatang untuk memutuskan apakah akan memperpanjang kebijakan pemotongan produksi hingga bulan November. Arab Saudi serta pemimpin OPEC lainnya berharap ekstensi akan tetap terjada hingga akhir 2017.
Sementara Commerzbank dalam sebuah catatan mengaku skeptis tentang kemampuan OPEC untuk mendukung harga minyak dalam jangka panjang. "Karena pemulihan cepat produksi minyak di AS. Serta sangat jelas bahwa OPEC memiliki keterbatasan pengaruh pada harga minyak dunia dengan hanya mengurangi pasokan," ungkapnya.
Rig minyak AS dalam 17 pekan menunjukkan pertambahan sehingga produksi minyak mentah AS telah meningkat lebih dari 10% sejak pertengahan 2016 mencapai sebesar 9,3 juta bpd, dekat dengan tingkat produsen top seperti Rusia dan Arab Saudi.
(akr)
Lihat Juga :